Sebelum Punya Sampan, Udeh Hanya Gunakan Kayu Panjang Untuk Pungut Sampah di Sungai Cikeruh

Udeh bercerita, sampan kayu bekas tersebut ia dapatkan seharga Rp 2,5 juta dengan cara dicicil kepada pemilik sebelumnya selama dua tahun.

Sebelum Punya Sampan, Udeh Hanya Gunakan Kayu Panjang Untuk Pungut Sampah di Sungai Cikeruh
Tribun Jabar/ Hakim Baihaqi
Udeh arungi Sungai Cikeruh setiap hari untuk bersihkan sungai dari sampah 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kondisi Sungai Cikeruh yang dikeluhkan oleh banyak orang, tidak berlaku bagi Udeh (60), warga Kampung Sapan, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Di satu di antaranya anak Sungai Citarum ini, setiap harinya ia mampu mengarungi aliran sungai tersebut sejauh dua kilometer untuk memunguti sampah.

Sampah yang mudah ditemui di sepanjang aliran Sungai Cikeruh ini, sebagian besar merupakan sampah plastik kemasan air mineral dan kemasan minuman ringan.

Udeh bercerita, sampah yang berhasil ia kumpulkan di sepanjang sungai menggunakan sampan ini, dijual kepada pengepul dan uang hasil penjualan digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sejarah Valentine Day: Dari Tradisi Romawi hingga Kisah St Valentine yang Tragis

Warung Ini Asyik untuk Anak Komunitas Nongkrong

Hamil 9 Bulan, Seorang Ibu di Desa Alorawae Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai untuk Melahirkan

Untuk mengumpulkan sampah tersebut, ia menggunakan sampan berukuran satu 1x3 meter yang dapatkan dari seorang nelayan di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Udeh bercerita, sampan kayu bekas tersebut ia dapatkan seharga Rp 2,5 juta dengan cara dicicil kepada pemilik sebelumnya selama dua tahun.

"Kalau tidak begitu, sampah yang ditengah tidak bisa diambil. Alhamdulillah, meski dapat penghasilan kecil tapi berkah," kata Udeh kepada Tribun Jabar di sekitar Sungai Cikeruh, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Rabu (13/2/2019).

Udeh mengatakan, sebelum menggunakan sampan kayu tersebut, ia menggunakan kayu panjang untuk menjangkau sampah yang berada di tengah aliran sungai.

Namun, karena dianggap terlalu melelahkan, ia sempat frustasi, lantaran tidak mendapatkan uang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari - hari.

"Saya bakal terus cari sampah plastik untuk dijual dan supaya sungai terus bersih," katanya.

12 Orang yang Digigit Anjing Liar di KBB Sudah Disuntik Antirabies

Sekjen PSSI Akhirnya Buka Suara Terkait Para Tersangka Pengrusakan Alat Bukti Pengaturan Skor

Demi Melahirkan, Ibu Hamil 9 Bulan Harus Berjalan 100 Meter Seberangi Sungai

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved