Mahasiswa dan Alumni SBM ITB Bantu Cari Solusi Permasalahan Ratusan Pelaku UKM di Jabar

Ratusan pelaku UKM di Jabar mengikuti Coaching Clinic UKM Jabar 2019 yang digelar SBM ITB bekerja sama dengan Prodi Master of Business Administration

Mahasiswa dan Alumni SBM ITB Bantu Cari Solusi Permasalahan Ratusan Pelaku UKM di Jabar
TRIBUN JABAR/CIPTA PERMANA
Direktur The Greater Hub Business Incubator SBM ITB, Dr Dina Dellyana menyampaikan materi di hadapan ratusan pelaku UKM dalam kegiatan Coaching Clinic UKM Jabar 2019, di Aula Amphitheater 2 MBA ITB, Jalan Gelap Nyawang, Kota Bandung, Selasa (5/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ratusan pelaku usaha kecil menengah ( UKM) di Jawa Barat mengikuti Coaching Clinic UKM Jabar 2019 yang digelar School of Business Management ITB bekerja sama dengan Program Studi Master of Business Administration SBM ITB di Aula Amphitheater 2 MBA ITB, Jalan Gelap Nyawang, Kota Bandung, Selasa (5/2/2019).

Kegiatan yang digelar Febuari hingga Mei mendatang ini dilatarbelakangi besarnya potensi pengembangan bisnis para UKM di Jabar serta kompleksitas masalah yang harus dihadapi.

Direktur The Greater Hub Business Incubator SBM ITB, Dr Dina Dellyana mengatakan, dalam pelaksanaannya sebanyak 125 UKM yang telah mendatarkan diri berasal dari berbagai daerah di Jabar dengan bidang usaha yang beragam, mulai dari fashion, kerajinan tangan, kuliner, agrikultur, hingga teknologi aplikasi informasi.

Para peserta yang selanjutnya disebut dengan coachee, ini pun akan mendapat pembekalan materi dari para pembimbing atau coach, yang terdiri dari 60 orang mahasiswa MBA ITB di tingkat akhir, 55 orang sukarelawan yang merupakan mahasiwa serta alumni ITB terkait empat bidang utama bisnis, yaitu manajemen pemasaran, keuangan, operasional, dan sumber daya manusia.

"Para coach merupakan orang-orang yang memiliki kemampuan untuk menganailisa masalah-masalah umum yang dihadapi para pelaku UKM. Sehingga kegiatan ini pun menjadi salah satu upaya meningkatkan kemapuan manajerial UKM, untuk dapat di coba dan diterapkan dalam proses bisnisnya masing-masing," ujarnya di Aula Amphitheater 2 MBA ITB, Jalan Gelap Nyawang, Bandung, Selasa (5/2).

Segudang Manfaat Tanaman Putri Malu untuk Kesehatan, Salah Satunya Pasti Dibutuhkan Pria Dewasa

Dina menuturkan, selain memberikan pembekalan materi, para coach pun akan menyediakan diri untuk melakukan sesi konsultasi para coachee, terkait membahas berbagai persoalan yang dihadapi. Kegiatan ini di laksanakan setiap Senin-Jumat pada pukul 15.00 - 17.00 WIB di Gedung Thegreaterhub SBM ITB.

"Kalau persoalannya sederhana, biasanya dapat langsung selesai, tapi kalau kompleks, biasanya butuh waktu beberapa kali pertemuan dan akan ada proses evaluasi yang di lakukan pada Jumat setiap minggunya," ucapnya.

Ia menambahkan, selama berlangsungnya kegiatan coaching clinic ini, para peserta atau coachee tidak dipungut biaya apapun. Sedangkan para mahasiswa dan juga alumni yang terlibat dalam kegiatan ini akan mendapatkan sertifikat sebagai coach dan berkesempatan menjadi penulis dari buku, kumpulan permasalahan yang dihadapi UKM di Jabar melalui berbagai instrumen pengurai masalah tersebut. Buku ini pun merupakan output dari program kegiatan tersebut.

"Output dari program ini berupa buku kumpulan persoalan yang masih di hadapi para UKM di Jabar. Buku ini pun nantinya akan bebas diunduh di masyarakat, sehingga dikemudian hari ada suatu studi penelitian terhadap hal serupa, tidak usah mulai lagi dari nol, tapi cukup dari buku ini, karena kami rangkum semua," ujar dia.

Sementara itu, Ketua SBM ITB, dr Subiakto Sukarno, menilai kegiatan coaching clinic ini merupakan sebuah upaya pengamalan pengabdian institusi kepada masyarakat. Sehingga selain bermanfaat bagi para pelaku UKM, tapi juga bagi para mahasiswanya, karena dapat bersentuhan langsung dengan berbagai permasalahan yang ada di lapangan, sekaligus menjadikannya pengalaman untuk mereka yang dipersiapkan sebagai enterpreneur.

Serunya Tur Malam Imlek ke Lima Kelenteng Legendaris di Bandung, 150 Peserta Ikut Serta

"Karena untuk mahasiswa di prodi S2 penilaian kompetensi itu, bukan hanya dari hasil tes penilaian yang dilakukan, tapi justru seberapa jauh mereka bersentuhan langsung dengan ilmu dan permasalahan yang ada di lapangan," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, salah seorang peserta coaching clinic UKM Jabar 2019, Riantama Suktana Fauzan asal Bekasi, berharap keikutsertaannya dalam ajang perdana ini dapat menambah pengetahuan dan pengalamannya di dalam menghadapi tantangan pengelolaan bisnis yang baik dan benar serta berimbas pada peningkatan omset usahanya di bidang pengolahan Mangrove menjadi dodol dan kerupuk.

"Ya tentu harapannya dapat memberikan ilmu positif dan menjadi solusi untuk kendala yang dihadapi dalam menjalankan bisnis selama ini," katanya. (Cipta Permana).


Penulis: Cipta Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved