Pecinan Jamblang di Cirebon Sudah Sepi Sejak Era Reformasi, Kini Banyak Bangunan yang Ditinggalkan

Kebanyakan dari bangunan ini terbuat dari tembok yang tinggi menjulang. Kondisinya kusam dan tidak terawat, serta banyak aneka coretan di dinding.

Pecinan Jamblang di Cirebon Sudah Sepi Sejak Era Reformasi, Kini Banyak Bangunan yang Ditinggalkan
Tribun Jabar/ Siti Masithoh
Kawasan Pecinan Jamblang di Desa Jamblang, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, yang sudah mulai sepi. Satu persatu pemiliknya mulai meninggalkan bangunan tersebut. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Suasana sepi nampak terasa saat menelusuri kawasan Pecinan Jamblang, tepatnya di gang menuju Vihara Jamblang di Desa Jamblang, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Jumat (11/1/2019).

Pagi hari, saatnya warga beraktivitas akan membuat jalan-jalan ramai, begitu pun jalan raya pantura di dekat kawasan itu.

Kanan dan kiri bangunan didominasi bangunan peninggalan warga Tionghoa yang sudah lama ditinggal pemiliknya.


Kebanyakan dari bangunan ini terbuat dari tembok yang tinggi menjulang. Kondisinya kusam dan tidak terawat, serta banyak aneka coretan di dinding.

Namun, ada juga satu dua bangunan yang masih ada pemiliknya. Itupun pintunya selalu tertutup.

Ketua RT setempat, Kaswen, mengatakan, warga Tionghoa di kawasan ini memang nyaris tidak tersisa. Bangunan pun kini banyak yang beralih fungsi menjadi sarang burung walet.

"Banyak pemilik rumah yang pindah ke Cirebon kota atau Jakarta, lalu rumahnya diubah jadi sarang burung walet, kemudian ia membayar warga setempat untuk menjaga sarang tersebut," katanya.

Oknum Anggota TNI AL Tusuk Tetangganya hingga Tewas di Jakarta Utara

Namun, jatuhnya harga sarang burung walet di pasaran kini, membuat bisnis ini tak lagi menjanjikan.

Akhirnya, bangunan pun terbengkalai, dan kini menyisakan kesan misterius.

Kesan sepi di kawasan Pecinan ini berbanding terbalik dengan perkampungan di belakangnya yang merupakan perkampungan warga Cirebon, kampung ini termasuk ke Desa Serang, Kecamatan Jamblang. Layaknya kampung, suasana ramai oleh aktivitas warga.

"Kalau di atas pukul 18.00 WIB, suasana sepi sekali, pintu susah tertutup semua. Jarang ada orang yang lewat, " katanya.

Kaswen menambahkan, suasana sepi ini sudah dirasakan antara tahun 1997-2000. Saat itu masa reformasi, membuat warga Tionghoa memilih meninggalkan Jamblang. Namun di kawasan ini pernah terjadi tragedi yang turut menambah suasana menjadi sepi.

"Ada peristiwa bunuh diri seorang warga. Gantung diri. Sejak saat itu kami semua takut, memilih tidak banyak beraktivitas di luar rumah, pintu-pintu tertutup. Itu awal mula kenapa kawasan ini sepi sekali," katanya.

Selain Dosa Besar di Akhirat, Perbuatan Zina Dampaknya juga akan Ditanggung dalam Kehidupan Dunia

Halaman
12
Penulis: Siti Masithoh
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved