Warga di Tarogong Kaler Garut Berang, Sumber Air dan Kolam Ikannya Tercemar Kotoran Sapi
Bukan hanya kolam ikannya yang terkena limbah. Saluran air di kampungnya juga kotor akibat limbah tersebut
Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Warga empat desa di Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, berang karena kolam ikan dan sumber air di daerah mereka tercemar limbah kotoran sapi dari peternakan milik PT Rafles. Akibatnya, sejumlah ikan yang hidup di belasan kolam ikan milik warga itu pun mati.
Warga juga mengeluhkan kulit menjadi gatal setelah terkena air yang tercemar. Arif (54), warga Kampung Cihampelas, Desa Mekarjaya menuturkan ikan di kolamnya mati karena air terkena limbah kotoran sapi. Padahal kolam ikan miliknya menjadi tempat pemancingan.
• Persib Bandung Vs Persija Jakarta, Fernando Soler : Mau Main Kapan Pun Kami Siap
"Semua ikan di kolam mati. Padahal setiap hari omzet kolam pemancingan saya itu Rp 500 ribu. Saya harap pihak peternakan mau mengganti ikan saya yang mati," kata Arif, Rabu (19/9/2018).
Bukan hanya kolam ikannya yang terkena limbah. Saluran air di kampungnya juga kotor akibat limbah tersebut. Ikan di kolamnya yang mati mencapai dua kuintal. Kerugian yang dideritanya sekitar Rp 5 juta.
Ringkasan Berita Pak Eko yang Rumahnya Terkepung, Hari Ini Ada Pembongkaran https://t.co/Y2IlQRMfVk via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) September 20, 2018
Tokoh warga Kampung Cimuncang, Desa Rancabango, Yepi, mengatakan lima kolam miliknya ikut tercemari kotoran sapi dari PT Rafles. Ikan di lima kolam miliknya tak ada yang tersisa.
"Tujuh kwintal ikan di kolam yang mati. Saya minta pihak Rafles bertanggung jawab," ucap Yepi.
Peristiwa matinya ikan milik warga terjadi pada Rabu sekitar pukul 07.00. Warga awalnya tak menyadari jika kolam dan saluran air tercemar oleh limbah. Warga baru sadar setelah melihat ikan di kolam seperti mabuk lalu mati.
Formasi CPNS BNN 2018, Ada 220 Lowongan untuk Unit Kerja Pusat, Sumatera, Bali, Kalimantan, dll https://t.co/hsYhtH2iA5 via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) September 20, 2018
"Setelah dilihat ternyata sumber air yang mengalir ke kolam sudah tercemar kotoran sapi. Air yang tadinya bersih berubah menjadi bau, kotor dan berbusa. Bahkan udara di kampung jadi bau kotoran sapi," ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, air kolam yang biasa digunakan warga mandi dan kebutuhan keluarga berubah menjadi keruh dan kotor. Warga pun mengeluh gatal-gatal setelah menggunakan air.