Cawapres Jokowi Dikabarkan Mahfud MD Tapi Jatuh ke Ma'ruf Amin, Jusuf Kalla Sebutkan Alasannya

Sebab, beberapa menit sebelum Jokowi mendeklarasikan cawapresnya, Mahfud MD terlihat di sekitar tempat konferensi pers.

Cawapres Jokowi Dikabarkan Mahfud MD Tapi Jatuh ke Ma'ruf Amin, Jusuf Kalla Sebutkan Alasannya
Kolase Tribun Jabar/Tribunnews
Ma'ruf Amin, Jusuf Kalla, dan Mahfud MD 

TRIBUNJABAR.ID - Nama Mahfud MD dikait-kaitkan sebagai calon presiden yang digandeng oleh Joko Widodo (Jokowi).

Namun, posisi cawapres untuk Pilpres 2019 itu jatuh ke tangan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin.

Jokowi dan Ma'ruf Amin mendaftarkan diri sebagai capres dan cawapres pada Jumat (10/8/2018) sekitar pukul 09.00 WIB

Tak sedikit yang kaget setelah nama cawapres diumumkan.

Sebab, beberapa menit sebelum Jokowi mendeklarasikan cawapresnya, Mahfud MD terlihat di sekitaran Restoran Pelataran, Menteng, Jakarta Pusat, tempat digelarnya konferensi pers.

Bahkan, Mahfud MD mengenakan kemeja putih yang senada dengan Jokowi.

Mahfud MD mengaku kaget atas hal tersebut namun, ia tidak kecewa.

Melansir dari Kompas.com, Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai perubahan dalam politik memang biasa bahkan di saat-saat terakhir.

Perubahan cawapres yang begitu cepat disebabkan karena parpol pendukung Jokowi sulit mencapai konsesus terkait nama Mahfud MD.

Pemilihan cawapres juga tidak hanya ditentukan oleh Jokowi tapi melibatkan petinggi-petinggi parpol.

"Dalam pencalonan itu tak tergantung satu orang, artinya Pak Jokowi tidak sendirian, harus melibatkan setidaknya 6 sampai 9 pimpinan partai pada saat terakhir itu susah dicapai konsensu di antara semuanya," ujarnya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Berkuban Kolektif 7 Orang untuk Seekor Sapi Boleh Menurut Islam? Ini Penjelasan Hadisnya!

Sesalkan Keputusan Wasit, Wildan Ramdani Salut Perjuang Persib Bandung

Oleh sebab itu, perubahan masih bisa terjadi sampai konsensus tercapai.

Bila tidak tercapai maka partai akan mengambil jalan tengah.

Menjelang hari pengumuman cawapres, Jusuf Kalla mengaku tak berkomunikasi dengan Mahfud MD.

Ia juga menyebut Mahfud MD tak mengajaknya bicara terkait pengumuman cawapres tersebut.

"Seperti saya katakan saat-saat terakhir pasti timbul apa itu, sama saja dengan Pilkada DKI, kan saat terakhir, menit terakhir, baru masuk Anies (Baswedan). Sama, banyak kejadian-kejadian seperti itu yang kita hadapi," katanya.

Mahfud MD Legowo

Gagal berdampingan dengan Jokowi tak membuat Mahfud MD kecewa.

Ia hanya mengaku kaget namun tetap legowo menerima keputusan tersebut.

"Saya tidak kecewa, kaget saja karena sudah mempersiapkan diri tetapi menurut saya, ini biasa di dalam politik saya lebih mengutamakan keselamatan negeri ini daripada nama Mahfud atau Ma'ruf Amin," ucap Mahfud MD.

Cuitan soal Jenderal Kardus kabarnya Akan Dibawa ke Ranah Hukum, Ini Kata Sekjen Demokrat

Pembaca Ekspresi Wajah Bocorkan Soal Pernikahan Sule-Lina: Bisa Rujuk Asalkan . . .

Mahfud MD menilai proses dipilihnya Ma'ruf Amin sudah sesuai dengan konstitusi.

Ia juga akan mendukung agar Indonesia bisa terus berjalan.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu mengatakan sudah bertemu dengan Jokowi.

Ia juga meyakinkan Jokowi bahwa dirinya tidak apa-apa.

"Ya sudahlah. Pokoknya yang saya sampaikan ke Pak Jokowi sekali lagi, saya ndak apa-apa," katanya.

Meski begitu, Mahfud MD enggan memberi informasi mengenai dirinya yang batal menjadi cawapres.

"Dia kan dihadapkan pada situasi harus membuat keputusan. Kalau tidak ada keputusan, berisiko kan bagi dia," ujar Mahfud.

Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved