Akibat Parkir Liar, Pajak dari Parkir Tidak Pernah Memenuhi Target

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Garut menjelaskan, pemerintah memiliki target Rp 1,5 miliar dari pajak parkir kendaraan.

Akibat Parkir Liar, Pajak dari Parkir Tidak Pernah Memenuhi Target
TRIBUN JABAR/HAKIM BAIHAQI
Parkir di bahu Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (30/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Garut menjelaskan, pemerintah memiliki target Rp 1,5 miliar dari pajak parkir kendaraan.

Akan tetapi hal tersebut tidak pernah terwujud karena maraknya juru parkir liar terutama di wilayah perkotaan Kabupaten Garut.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Suherman, mengatakan, target tersebut sama sekali belum pernah tercapai dan tidak lebih dari 1 milyar.

"Tahun kemarin saja hanya Rp 800 juta," kata Suherman di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub), Jalan Merdeka, Kabupaten Garut, Rabu (30/5/2018).

Baca: Selama Bisa Menukarkan Uang, Warga Tak Persoalkan Antre di Bawah Terik Matahari yang Panas

Baca: Dua Bos First Travel - Andika dan Anniesa Divonis 20 dan 18 Tahun Penjara Plus Denda Rp 10 Miliar

Ia mengatakan, juru parkir liar tersebut biasanya menarik uang dari para pengendara di beberapa tempat yang dilarang.

"Tempat pelayanan publik atau kantor pemerintahan, dilarang ada parkir," katanya.

Suherman, mengatakan, 420 orang tersebut telah didata dan akan bertugas mengenakan seragam bernama oranye berlogo Dishub.


"Mereka legal dan resmi untuk menarik uang retribusi," kata Suherman.

Menanggapi keluhan masyarakat dengan adanya praktik parkir liar di Jalan Ahmad Yani, Suherman mengatakan, area parkir resmi hanya ada di beberapa titik, yakni depan Bank BJB, SMPN 4 Garut, dan SMPN 1 Garut.

Baca: WhatsApp Rilis Fitur Video Call Bisa Berempat Sekaligus, Mau Coba? Begini Caranya

Baca: Area Parkir Resmi di Jalan Ahmad Yani Garut Hanya Tiga Titik, Warga Keluhkan Area Parkir Liar

"Di luar itu ilegal yang dilakukan oleh oknum," katanya.

Kendati begitu, Suherman mengatakan, pihaknya tidak akan bertanggung jawab adanya praktik liar di wilayah Kabupaten Garut.

"Saya sudah koordinasi dengan pihak kepolisian untuk menertibkan," katanya. (*)


Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved