Gawat! Penelitian Terbaru Ungkapkan Kalau Kandungan Gizi Beras Semakin Menurun

Semua padi ditanam di luar ruangan dan terkonsentrasi dengan atmosfer karbon dioksida dari 568 hingga 590 bagian per juta.

Editor: Ravianto
TRIBUN JABAR / RAGIL WISNU SAPUTRA
ANGIN KENCANG -- Kondisi areal persawahan tanaman padi di Desa Rancaekek Wetan, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung yang rusak akibat dilanda hujn deras disertai angin kencang, Minggu (10/4/2016). 

TRIBUNJABAR.ID - Dampak dari perubahan iklim ternyata lebih luas dari yang kita perkirakan.

Emisi gas rumah kaca, salah satu penyebab perubahan iklim secara global, mengancam hilangnya gizi di dalam padi.

Hal tersebut seperti tertulis dalam laporan yang terbit di jurnal Science Advances, Rabu (23/5/2018).

Para ahli menemukan, gizi dan vitamin dalam padi akan berkurang jika ditanam di area dengan konsentrasi karbon dioksida yang tinggi.

"Jika tidak bergegas, ya pasti akan ada dampak negatif pada kesehatan manusia," ujar Kristie Ebi, peneliti kesehatan masyarakat dari Universitas Washington di Seattle dan salah satu penulis studi, dilansir The Washington Post, Rabu (23/5/2018).

Studi yang melibatkan ahli dari berbagai negara seperti China, Jepang, Australia, dan AS itu telah menguji 18 varietas padi yang ditanam di luar ruangan.

Semua padi ditanam di luar ruangan dan terkonsentrasi dengan atmosfer karbon dioksida dari 568 hingga 590 bagian per juta.

Baca: Oja Dipukuli Warga Gara-gara Kecapekan saat Dorong Motor, Ternyata yang Didorong Motor Curian

Baca: Ada Rexy Mainaky di Balik Kesuksesan Thailand di Piala Uber

Sebagai informasi, konsentrasi rata-rata karbon dioksida di atmosfer Bumi saat ini mencapai 410 bagian per juta.

Namun, konsentrasi tersebut terus tumbuh sekitar 2 bagian per juta setiap tahunnya.

"Beras menyumbang kira-kira 25 persen dari seluruh kalori global," menurut penelitian yang dipimpin Chunwu Zhu dari Akademi Ilmu Pengetahuan China.

Zhu dan koleganya menemukan, padi yang ditanam dengan konsentrasi karbon dioksida yang sangat tinggi akan menurunkan kandungan vitamin B1, B2, B5, dan B9 (folat).

Selain vitamin, sejumlah protein, zat besi, dan zinc juga ikut menurun.

"Seperti disebutkan, salah satu yang menurun karena konsentrasi CO2 adalah folat. Kita tahu, ibu hamil yang kekurangan folat akan berisiko mengalami berbagai anomali kelahiran. Artinya, folat sangat penting bagi kesehatan ibu, anak-anak, dan kita semua," terang Ebi.

Penelitian lain yang terbit baru-baru ini juga menunjukkan gizi gandum akan berkurang bila Bumi menghangat.

Perubahan gizi pada gandum disebabkan oleh peningkatan suhu Bumi.

Baca: Kecelakaan di Tikungan Bangkong, Ban Truk Nangkring di Kap Avanza

Halaman
12
Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved