Beredar Video Oknum Tokoh Agama Hina Megawati, Kader dan Simpatisan PDIP KBB Marah

Seorang penceramah berada di atas panggung yang mengatakan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dengan sebutan "Anjing".

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Yudha Maulana
KOMPAS.COM
Penanganan ujaran kebencian. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, CIPEUNDEUY - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Bandung Barat (KBB) marah setelah adanya dugaan ujaran kebencian yang dilakukan tokoh agama pada acara pasangan calon bupati dan wakil bupati, Rabu (25/4/2018).

Kemarahan PDIP KBB ini berawal adanya sebaran video berdurasi satu menit lima puluh satu detik, terlihat seorang penceramah berada di atas panggung yang mengatakan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dengan sebutan "Anjing".

Baca: Dr Ir Budi Brahmantyo Dikenal Sebagai Sosok Panutan di Mata Keluarga dan Mahasiswanya

Dalam ceramahnya juga, penceramah tersebut menyebut untuk tidak memilih pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang diusung PDIP, karena PDIP merupakan sebagai partai setan dan partai Iblis.

Bendahara DPC PDIP KBB, Jejen Zaenal mengatakan apa yang dilakukan penceramah tersebut bukanlah sebagai siraman rohani, melainkan orasi politik yang mengajak untuk memilih salahsatu paslon.

Baca: Banyak yang Salah Kaprah, Makanan Ternyata Tak Memicu Radang Usus Buntu, Begini Penjelasannya

"Dalam video itu kan jelas dia orasi ujaran kebencian pada Ketum Megawati dengan sebutan anjing dan PDIP partai iblis," katanya di Cipeundeuy, Sabtu (28/4/2018).

Ratusan kader dan simpatisan PDIP dari berbagai wilayah KBB, seperti Cikalongwetan, Cipatat, Cipeundeuy, Ngamprah, dan lainya turun langsung mendatangi Polsek Cipeundeuy, Panwaslu Kecamatan Cipeundeuy untuk meminta ketegasan mereka sebagai aparat di kewilayahan terkait peristiwa ujaran kebencian dalam tablig akbar.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved