Banyak yang Salah Kaprah, Makanan Ternyata Tak Memicu Radang Usus Buntu, Begini Penjelasannya

Pertanyaannya, apakah pemicu penyakit ini? Apakah dari faktor makanan yang selama ini dipercayai banyak orang?

Penulis: Indan Kurnia Efendi | Editor: Indan Kurnia Efendi
ISTIMEWA
Ilustrasi 

TRIBUNJABAR.ID - Dalam tubuh manusia terdapat organ berbentuk kantong kecil berukuran lima hingga 10 sentimeter yang terhubung ke usus besar.

Ya, organ tersebut bernama usus buntu.

Tentunya Anda pernah mendengar atau bahkan mengalami penyakit yang berkaitan dengan organ tersebut, radang usus buntu.

Dilansir TribunJabar.id dari Kompas.com, radang usus buntu merupakan sebuah kondisi di mana usus buntu membengkak atau mengalami peradangan.

Dalam kasus tertentu, bila seseorang yang menderita penyakit ini tidak cepat ditangani, bisa berakibat pecahnya usus buntu.

Selanjutnya, akan terjadi infeksi pada rongga perut dan bisa menyebabkan infeksi darah yang berpotensi fatal, disebut sepsis.

Hal lain yang akan terjadi yaitu meningkatnya tekanan dalam usus buntu dan menurunkan jumlah darah yang mengalir melalui usus buntu.

Tubuh pun akan kekurangan darah dan yang paling menakutkan terjadinya kematian.

Umumnya, cara menangani peradangan usus buntu adalah melalui operasi.

Namun, ada juga langkah pembedahan yang tidak terlalu invasif, dikenal dengan sebutan laparoskopi.

Pertanyaannya, apakah pemicu penyakit ini? Apakah dari faktor makanan yang selama ini dipercayai banyak orang?

Masih dilansir Tribunjabar.id dari kompas.com, Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr Johanes Chadrawinata, SpGK, mengatakan, tidak ada makanan yang menyebabkan usus buntu. Biji jambu batu, biji cabai, atau seblak hanyalah mitos.

“Itu hoax. Sebenarnya kalau ditanya ke dokter bedah yang menangani usus buntu, pernah enggak menemukan jambu batu di situ, ya tidak ada. Jadi itu semuanya mitos,” kata Johanes.

Menurutnya, penyakit usus buntu disebabkan karena adanya peradangan.

Sayangnya, hingga kini belum ada kejelasan terkait pemicu peradangan tersebut.

Namun, terkadang bisa disebabkan karena infeksi bakteri, virus, atau jamur yang menyebar ke usus buntu.

Lantas, bagaimana tanda-tanda penyakit usus buntu?

Berikut di antaranya:
1. Mual

2. Sakit perut akut

3 Muntah

4. Kehilangan napsu makan

5. Sering Buang air kecil

6. Demam

Radang usus buntu bisa dicegah dengan cara menjaga pola makan. Konsumsilah serat agar buang air besar menjadi lebih lancar.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved