Miras Oplosan Maut
Wakapolri Ultimatum Miras Harus Tuntas Sebelum Ramadan, Ancam Copot Kapolsek hingga Kapolda
Sebelum Ramadan masalah ini (miras oplosan) harus sudah selesai," ujar Komjen Pol Syafruddin
Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kasus minuman keras (miras) oplosan yang memakan banyak korban, terutama di Jawa Barat, telah menjadi perbincangan masyarakat.
Wakapolri Komjen Pol Syafruddin pun telah memberikan ultimatum bagi para anak buahnya untuk menyelesaikan kasus tersebut.
"Sebelum Ramadan masalah ini (miras oplosan) harus sudah selesai," ujar Komjen Pol Syafruddin ketika melakukan jumpa pers di rumah tersangka Samsudin Simbolon di Jalan Bandung-Garut, di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Kamis (19/4/2018).
Baca: Mario Gomez Sudah Siapkan Pengganti Febri Hariyadi yang Bakal Absen di 2 Pertandingan Penting Persib
Sanksi berat pun menanti para aparat kepolisian yang di wilayahnya masih ada penjualan miras saat bulan Ramadan,
Komjen Pol Syafruddin menegaskan, ia tidak akan segan-segan untuk mencopot kepala polisi di kewilayahan jika di daerahnya masih ditemukan peredaran miras.
Janji Menikahi Selingkuhan, Suami Santet dan Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Nyawa Sang Istri https://t.co/iFzexf95bv via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) April 19, 2018
Hal ini, menurutnya, berlaku untuk Kapolsek, Kapolres, bahkan Kapolda di seluruh Indonesia.
Target tersebut bukan hanya mengenai peredaran miras ilegal saja, melainkan opini di masyarakat terkait miras.
Terkuak, Misteri 'Kembaran' Saddam Husein dari Pengakuan Agen CIA https://t.co/98kN6Rvdx7 via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) April 19, 2018
Hal ini wajib dilakukan karena dikhawatirkan mengganggu umat Islam yang akan menjalani ibadah puasa.
Menurut Syafrudin, pembersihan kios penjual miras perlu kerja sama semua pihak.