Warga Purwakarta Ini Jual Senjata Api Jenis Pensil Rakitan Cipacing

Untuk pen gun sudah diproduksi hingga 15 pucuk. Dibuat berdasarkan pesanan, pemesannya ada yang hanya koleksi saja tanpa diledakan dan ada

Warga Purwakarta Ini Jual Senjata Api Jenis Pensil Rakitan Cipacing
Tribunjabar/Mega Nugraha
Direskrimum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana menunjukan senjata api rakitan jenis pensil atau pen gun di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Selasa (13/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar juga menyita senjata api rakitan jenis pensil atau pen gun dari warga Kabupaten Purwakarta, Dian Daryansyah (37) yang dibuat di Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Selaiinmenjadi perantara dan penjual pen gun, Dian juga menjual senjata api jenis Mede Call Call 22 mm, jenis walter Call 9 mm serta senjata jenis revolver Call 22 mm, ratusan amunisi Call 9 mm, puluhan amunisi Call 22 mm dan empat amunisi Call 38 spc.

"Yang pen gun hanya bisa diisi satu peluru, jarak tembusnya bisa 1-2 meter. Sangat vital bisa ditembakan dari jarak dekat ke organ-organ vital," ujar Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Umar Surya Fana di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Selasa (13/3/2018).

Baca: Jalan Raya Cingised Bandung Belum Bisa Dilalui Motor dan Mobil, Masih Ada Genangan dan Lumpur

Dalam kasus itu, polisi juga menyita 14 pucuk senjata api rakitan berbagai jenis dari empat tersangka yang diproduksi di Desa Cipacing. Sebanyak 350 amunisi berbagai kaliber juga turut disita. Untuk jenis pen gun, polisi menyita hingga belasan.

"Untuk pen gun sudah diproduksi hingga 15 pucuk. Dibuat berdasarkan pesanan, pemesannya ada yang hanya koleksi saja tanpa diledakan dan ada juga yang pelaku kejahatan," kata Umar.

Selain dijual pada pemesan, pen gun juga dijual secara online di situs-situs media online. Daya tembus peluru kaliber 22 mm ini bisa lebih dari 5 cm. "Harga jualnya sekitar Rp 7 juta," ujar Umar.

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Nugraha menambahkan belasan senjata api rakitan terungkap sebelum dijual dan dikirim ke pemesan.

"Kasus terungkap berkat kerjasama dengan Polda Gorontalo dengan tukar informasi. Ada tersangka yang kirim senjata kemudian diungkap di Yogyakarta. Setelah dari Yogyakarta terungkap senjata api rakitan ini dirakit di Cipacing. Biasanya digunakan untuk kegiatan tidak benar," ujar Kapolda.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved