7 Hukuman Mati Paling Sadis di Dunia, dari Diinjak Gajah hingga Mutilasi
Di belahan bumi lainnya, masih ada beberapa negara yang menerapkan hukuman mati hingga hari ini, termasuk Iran, Arab Saudi, juga Indonesia.
TRIBUNJABAR.ID - Pada 1964, Gwynne Evans dan Peter Allen menjadi dua orang terakhir yang dieksekusi dengan digantung.
Wacana penghapusan eksekusi hukuman mati sejatinya sudah berhembus ketika Ruth Ellis yang menembak suaminya di luar sebuah pub di London, Inggris, digantung pada 1955.
Di belahan bumi lainnya, masih ada beberapa negara yang menerapkan hukuman mati hingga hari ini, termasuk Iran, Arab Saudi, juga Indonesia.
Terlepas dari itu, hukuman-hukuman mati yang dipraktikkan saat ini masih kalah seram jika dibandingkan dengan hukuman-hukuman mati yang pernah tercatat dalam buku sejarah.
Baca: Kiper Persib, Deden Mengaku Tak Gentar Hadapi Tim Kuat Seperti Persija dan Sriwijaya FC
Baca: Abdee ‘Slank’ Akhirnya Blak-blakan Soal Perceraian dan Isu Orang Ketiga: Tashea Tak Ada Hubungannya
Baca: Tonjolan di Kepala Bayi Rafif Belum Diangkat, Tapi Kondisi Infeksinya Membaik
1. The Blood Eagle
Dilansir dari Intisari Online, metode ini, seperti yang pernah digambarkan oleh History Channel, melibatkan para tahanan yang dibelah punggungnya dengan sebilah pisau, lalu tulang rusuknya dirusak dan dipatahkan menggunakan kapak, terakhir paru-parunya dikeluarkan oleh seorang algojo.
2. Diinjak gajah
Metode ini pernah populer di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Gajah-gajah itu dilatih untuk membunuh dan menyiksa para tahanan hingga meninggal.
Karena dirasa sangat mengerikan, praktik ini dihentikan pada awal abad ke-19.
3. Digergaji
Hukuman ini diciptakan masyarakat Persia Kuno. Tahanan akan digantung terbalik dan secara harfiah digergaji di bagian tengahnya, tepat di selangkangannya.
Baca: Saat Kampanye di Subang, Deddy Mizwar Dapat Kejutan Ulang Tahun dari Keluarga dan Warga