TribunJabar/

Wanita Ini Memilih Jadi Barista, Racikan Kopinya Bikin Meleleh Kaum Adam

Menjadi Barista itu sebetulnya asyik, tapi harus siap juga kalau kopi buatannya dikomplain oleh konsumen

Wanita Ini Memilih Jadi Barista, Racikan Kopinya Bikin Meleleh Kaum Adam
TRIBUN JABAR/SITI FATIMAH
Rahma, Barista perempuan menjadi salah satu peserta Coffee Archipelago 2017 digelar Komunitas NBA (eNhaii Barista Associate) didukung F&B Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung di Convention STP Bandung, Jumat (13/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Barista atau orang yang meracik dan menyajikan kopi, masih didominasi kaum pria,  namun ini tidak menyurutkan keinginan Rahma Amini untuk menggeluti dunia ini. Menjadi Barista di kalangan mayoritas pria juga dianggapnya sebagai tantangan. Terlebih penikmat kopi juga masih banyak dari kalangan kaum Adam.

Baca: Pengemudi Mobil Buang Sampah Sembarangan Kena Istri Anggota TNI, Selanjutnya Terjadi Adu Jotos

"Penikmat kopi dari kalangan perempuan sudah banyak, tapi mereka masih jarang yang menyukai kopi murni seperti blackcoffee, kebanyakan pilihan mereka cappucino, atau kopi yang diracik dengan tambahan susu atau cream," kata Rahma, ditemui di sela acara Coffee Archipelago 2017 yang digelar Komunitas NBA (eNhaii Barista Associate) didukung F&B Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung di Convention STP Bandung, Jumat (13/10/2017).


Diakui perempuan asal Sukabumi yang tinggal di Jakarta ini, Barista sebelumnya didominasi lelaki, namun kini makin banyak perempuan yang terjun di dunia Barista. Ia sendiri memilih menjadi Barista karena tertarik bisa menyeduh dan meracik kopi yang nikmat.

Sebagai lulusan Komunikasi, keinginannya menjadi Barista tidak menjadi halangan. Terbukti ia sudah cukup piawai melakukan yang disebut manual brew.

"Awalnya memang dari nol, berlatih terus , akhirnya bisa. Intinya banyak berlatih dan berani mencoba karena setiap Barista punya metode sendiri," katanya.


Di tengah makin maraknya dan tumbuhnya industri leisure khususnya kafe yang menyajikan kopi, makin tinggi pula kebutuhan Barista. Meski tetap masih banyak Barista dari kalangan lelaki, namun Barista perempuan juga kian bermunculan.

"Menjadi Barista itu sebetulnya asyik, tapi harus siap juga kalau kopi buatannya dikomplain oleh konsumen terlebih konsumen yang memang benar-benar penggemar kopi, mereka akan paham rasa kopi yang sesungguhnya," katanya

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help