Selasa, 9 Juni 2026

Kecelakaan

KECELAKAAN lalu-lintas tak mengenal musim. Namun, ada kalanya peristiwa begitu seringnya, hingga seolah musim itu sedang bergulir. Seperti yang

Tayang:
Penulis: Arief Permadi | Editor: Darajat Arianto
* Arief Permadi, Wartawan Tribun

KECELAKAAN lalu-lintas tak mengenal musim. Namun, ada kalanya peristiwa begitu seringnya, hingga seolah musim itu sedang bergulir. Seperti yang terjadi dalam dua pekan terakhir di wilayah hukum Polda Jabar.

Belum lekang dari ingatan, ketika pagi mendadak muram saat sebuah truk yang melaju kencang menabrak angkutan kota sarat penumpang di turunan Gekbrong, Jalan Raya Sukabumi, Kampung Babakan Gombong, Desa Songgom, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, Sabtu (23/2) sekitar pukul 06.30. Truk yang tak terkendali karena remnya tak berfungsi itu juga menabrak belasan sepeda motor dan tiang telepon, sebelum akhirnya berhenti setelah menabrak tiga buah rumah. Enam belas orang meninggal, sepuluh orang luka-luka.

Masih di Kabupaten Cianjur, kecelakaan tragis juga terjadi ketika sebuah bus pariwisata berisi rombongan peziarah menabrak tebing di lintas Jalan Raya Ciloto, Kampung Pengkolan, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Rabu (27/2) siang. Seperti kecelakaan di Gekbrong, petaka di turunan Kampung Pengkolan ini juga terjadi akibat rem yang tidak berfungsi. Padahal, ketika itu, bus berpenumpang 75 orang ini sedang melaju dengan sangat kencang. Sebanyak 17 orang meninggal, 25 luka berat, dan sisanya luka ringan.

Menyusul terjadinya dua kecelakaan yang menimbulkan korban yang sangat banyak itu, serangkaian inspeksi pun dilakukan pihak-pihak terkait untuk mencegah peristiwa terulang. Di sejumlah terminal, sejumlah petugas mendadak memeriksa ketat bus-bus yang akan berangkat. Puluhan di antaranya bahkan terpaksa dilarang pergi, harus kembali ke pool karena ternyata tidak layak jalan.

Pemeriksaan yang lebih ketat juga dilakukan terhadap sejumlah truk, seperti yang dilakukan petugas di Jalan Raya Bypass Cicalengka, Kamis (27/2). Hasilnya, hanya puluhan truk yang berhasil terjaring, tapi juga puluhan bus yang melintas di jalur tersebut.

Namun, apa mau dikata, kecelakaan kembali terjadi, sepekan kemudian. Rombongan keluarga yang rencananya akan berobat ke RSHS Bandung dengan mengendarai sebuah minibus, tertabrak truk di turunan tajam Nyalindung, Jalan Raya Sumedang-Cirebon, Rabu (6/3). Truk melaju tak terkendali setelah mesinnya mendadak mati, dan rem tak bisa digunakan. Delapan orang tewas, dan semuanya penumpang minibus.

Hari itu, ini bukan satu-satunya kecelakaan yang terjadi di Sumedang. Sebab, hanya berselang beberapa jam kemudian, kecelakaan kembali terjadi di kawasan Tomo antara pengendara sepeda motor dan sebuah mobil travel. Pengendara sepeda motor itu sedianya akan pulang ke Majalengka, kampung halamannya. Ia meninggal di perjalanan.

Kita percaya bahwa jodoh, kelahiran, dan kematian, adalah takdir dari Yang Mahakuasa. Ketika Tuhan sudah berkehendak, tiada satu pun yang mampu menghalanginya.

Namun, kita juga beriman bahwa hukum kausalitas yang Tuhan  ciptakan pasti juga memiliki maksud dan tujuan.

Kecelakaan mungkin bukan semata musibah, tapi juga peringatan karena dalam kausalitas, kecelakaan seharusnya bisa dicegah. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved