Rabu, 10 Juni 2026

Perajin Binong Jati Coba Bertahan

Kendati beban semakin berat seiring dengan kenaikan TDL dan UMK, Ketua Koperasi Perajin Rajut Sentra Binong Jati, Suhaya Wondo menuturkan, hal

Tayang:
Penulis: | Editor: Darajat Arianto
BANDUNG, TRIBUN - Pada Januari 2013, pemerintah memberlakukan dua kebijakan sekaligus, yaitu kenaikan upah minimum kota-kabupaten 2013 dan tarif dasar listrik (TDL). Bagi para pelaku usaha, terutama sektor mikro, kecil, dan menangah (UMKM), dua kebijakan itu memberatkan mereka.

Kendati beban semakin berat seiring dengan kenaikan TDL dan UMK, Ketua Koperasi Perajin Rajut Sentra Binong Jati, Suhaya Wondo menuturkan, hal tersebut tidak dapat menyebabkan para perajin terpuruk. Sebaliknya para pelaku rajut berusaha sekuat tenaga untuk tetap bertahan. "Sekuat tenaga, kami mencoba bertahan," tegasnya, Sabtu (12/1).

Soal peran dan perhatian pemerintah, Jati menyatakan, itu merupakan sebuah hal yang penting. Harapannya, pemerintah melakukan berbagai upaya agar para perajin rajut tidak hanya bertahan, tetapi berkembang. "Misalnya, menjadikan Binong Jati sebagai salah satu titik wisata belanja Kota Bandung," pungkas Suhaya.  (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved