TOPIK
Miras Oplosan Maut
-
Korban tewas setelah menenggak minuman keras selain di Kabupaten dan Kota Bandung juga terjadi di Pelabuhan Ratu sebanyak lima orang.
-
Hal tersebut disampaikan Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar, Kombes Pol Enggar Pareanom, ketika ditemui Tribun Jabar di RSUD Cicalengka . . .
-
"Sudah tidak diperbolehkan masuk, IGD-nya penuh. Sampai dijaga satpam, polisi, dan tentara," ujar Mukhlis (28), saudara korban miras oplosan.
-
"Kebanyakan pasien datang dengan keluhan mual, muntah, kepala pusing, dan pandangan kabur," ujar AKBP Indra Hermawan.
-
Hal tersebut disampaikan Direktur RSUD Cicalengka, dr. Yani Sumpena, ketika ditemui Tribun Jabar di RSUD Cicalengka
-
Korban minuman keras (miras) oplosan yang datang ke RSUD Cicalengka langsung diberi tindakan anamnesa sesuai dengan keluhan korban.
-
Pantauan Tribun, miras oplosan berwarna kuning dan dikemas dalam air minum dalam kemasan ukuran 400 ml.
-
Itu data hasil barusan kami rapat koordinasi untuk mensinkronkan data, termasuk antara pasien yang
-
ada pula korban yang dalam perawatan kini kondisinya kritis sehingga data kemungkinan terus berubah.
-
pihaknya akan mengkaji keterkaitan antara korban miras oplosan dengan kios-kios miras ilegal tersebut.
-
"Total yang meninggal 15 orang," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Umar Surya Fana
-
Polisi belum bisa mengidentifikasi kandungan apa yang ada di miras oplosan tersebut.
-
"Kan warga berang sudah ada kejadian seperti ini, mana bukan kali ini saja kejadian seperti itu," ujar Tedi Darmawan.
-
Tak puas mengumpulkan miras dari kios pertama, warga pun bergerombol menuju kios kedua untuk meneruskan penggerebekan.
-
"Baru mengaku di sini setelah didesak oleh dokter, baru bilang sudah minum (miras oplosan), saya marah sekali," ujar Enah.
-
Seorang korban tewas akibat miras oplosan ini adalah seorang wanita, sementara korban lainnya adalah pria usia 20 hingga 50 tahun.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved