TOPIK
Kurs Mata Uang
-
pekan ini, pergerakan gerak rupiah bergantung pada data ekonomi AS yang dirilis akhir pekan lalu
-
Dari dalam negeri belum ada data ekonomi terbaru. Alhasil, tidak ada sentimen yang bisa menopang kurs rupiah dari dalam negeri
-
setelah BI mempertahankan BI 7-day reverse repo rate sebesar 4,75%, belum ada katalis terbaru yang bisa mendongkrak rupiah
-
rupiah diprediksi bergerak stabil, sambil menanti data pertumbuhan ekonomi di kuartal empat 2016
-
Meski masih minim dukungan dalam negeri, rupiah bisa manfaatkan celah ini untuk merengkuh penguatan
-
pelaku pasar juga masih wait and see hingga Donald Trump resmi dilantik jadi Presiden AS
-
kenaikan tingkat suku bunga di AS serta akan relatif kuatnya mata uang dolar belum tentu menguntungkan perekonomian AS
-
Dominasi The Greenback pun masih akan berlangsung hingga The Fed mengerek suku bunganya.
-
rencana Trump menggenjot stimulus dengan pembelanjaan anggaran besar-besaran,berhasil melambungkan dolar AS
-
nilai tukar dolar AS rontok setelah diumumkannya angka ekonomi AS pada kuartal II-2016 yang hanya tumbuh 1,2 persen atau di bawah prediksi pasar
-
faktor eksternal tidak begitu menguntungkan dolar AS. Salah satunya karena tingkat pengangguran di AS Juni naik, sedang upah rata-rata turun
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved