Kurs Mata Uang

Rupiah Diperkirakan akan Melemah

faktor eksternal tidak begitu menguntungkan dolar AS. Salah satunya karena tingkat pengangguran di AS Juni naik, sedang upah rata-rata turun

Rupiah Diperkirakan akan Melemah
shutterstock
Wanita ambil uang dolar dari dompet 

JAKARTA, TRIBUNJABAR.CO.ID -- Libur Lebaran membuat rupiah minim dukungan dari sisi domestik.

Di pasar spot, Jumat (8/7) lalu, nilai tukar rupiah tergerus 0,26 persen ke Rp 13.180 per dolar AS. Tapi, valuasi rupiah terangkat tipis 0,06% jadi Rp 13.172 per dolar AS menurut kurs tengah Bank Indonesia.

Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih, mengatakan, minimnya sentimen domestik tidak menguntungkan rupiah. Efeknya, eksternal mendominasi pergerakan. Tapi, pergerakan yang terjaga di bawah Rp 13.200 per dolar AS menjadi tanda positif bagi rupiah.

Analis Central Capital Futures, Wahyu Tri Wibowo, optimistis peluang rupiah unggul di awal pekan ini tetap terbuka. Pasalnya, faktor eksternal tidak begitu menguntungkan dolar AS. Salah satunya karena tingkat pengangguran di AS Juni lalu naik, sedang upah rata-rata malah turun.

“Data terbaru Cina yang negatif memang tidak bisa menyokong mata uang Asia, tapi kecemasan global masih lebih dominan,” imbuh Wahyu.

Menurut perhitungan dia, hari pertama kerja ini rupiah akan bergerak di antara Rp 13.000–Rp 13.200 per dollar AS. Tapi Lana berpendapat lain. Ia memprediksi rupiah bisa melemah.

“Pelemahan terbatas bisa terjadi lagi, karena level saat ini sudah cukup kuat bagi rupiah, sehingga bisa terjadi aksi profit taking,” analisa Lana.

Lana memprediksi rupiah bergerak melemah di kisaran Rp 13.150–Rp 13.280 per dolar AS.(kontan)

Editor: Adityas Annas Azhari
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved