Senin, 20 April 2026

Kenaikan Harga BBM

Cara Diky Candra Siasati Dampak Kenaikan BBM Non Subsidi: Ganti Mobil Dinas

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra Negara, akan ganti mobil dinas akibat terkena dampak kenaikan BBM non subsidi.

Penulis: Jaenal Abidin | Editor: Kemal Setia Permana
Istimewa
GANTI MOBDIN - Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra Negara. Diky Candra Negara, akan ganti mobil dinas akibat terkena dampak kenaikan BBM non subsidi. 

Ringkasan Berita:
  • Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra Negara, bakal mengganti kendaraan dinasnya akibat terkena dampak kenaikan BBM non subsidi
  • Saat ini perubahan harga BBM jenis Pertamax Turbo Rp19.400, Dexlite Rp23.600, naik Rp9.400, Pertamina Dex menjadi Rp23.900 
  • BBM yang tidak naik adalah Pertamax Green Rp12.900, Pertamax Rp12.300, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Subsidi Rp6.800
  • Saat ini Diky menggunakan kendaraan dinas jenis Pajero warna hitam dengan bahan bakar bensin (BBM) jenis Pertamina Dex.

Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra Negara, bakal mengganti kendaraan dinasnya akibat terkena dampak kenaikan BBM non subsidi.

Saat ini perubahan harga BBM jenis Pertamax Turbo sekitar Rp19.400, ada kenaikan sebesar Rp6.300, untuk Dexlite berkisar Rp23.600, naik Rp9.400, Pertamina Dex melonjak menjadi Rp23.900, ada kenaikan Rp9.400.

Adapun BBM lain yang tidak mengalami perubahan harga adalah Pertamax Green Rp12.900, Pertamax Rp12.300, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Subsidi Rp6.800.

Peralihan kendaraan ini ini diambil untuk menekan ketergantungan pada BBM konvensional yang harganya terus merangkak naik.

"Saya sih secara umum belum tahu harus seperti apa, cuma saya secara pribadi sudah menyampaikan ke bagian umum, bahwa ke depan saya pake mobil Toyota Innova Zenix itu lebih irit karena tidak ada kenaikan," ungkap Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra Negara ditemui usai menghadiri kegiatan halal bihalal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tasikmalaya, Minggu (19/4/2026).

Baca juga: Bobotoh Geulis Ini Optimis Persib Raih Poin Penuh Meski Dewa United Merupakan Tim Tangguh

Saat ini Diky menggunakan kendaraan dinas jenis Pajero warna hitam dengan bahan bakar bensin (BBM) jenis Pertamina Dex.

"Kalau pake Pajero yang sekarang untuk sehari-hari, kemungkinan akan membengkak dan tentunya harus ada tambahan BBM dan itu tidak mungkin nambah anggaran," jelasnya.

Alternatifnya ia akan menggunakan kendaraan lain dengan jenis BBM yang tidak mengalami kenaikan cukup signifikan.

"Sehingga kemarin saya usulkan supaya Pajero diistirahatkan atau dilelang dan saya pake mobil yang ada aja," ungkapnya.

Alasan ini karena kondisi sekarang di tengah efisiensi dan perlu mengurangi pengeluaran yang tidak penting.

"Usulan tersebut dari sisi pribadi saya, yang lainnya kebijakannya belum tahu seperti apa. Tetapi mungkin kurang lebih hampir mirip kita coba menyesuaikan saja dengan kondisi sekarang," kata Diky.

Diky mencontohkan tidak semua pejabat pola hidupnya harus keren dan serba lengkap, tapi harus berpikir juga dan prihatin kondisi di daerah.

Baca juga: Legenda Persib Bandung Ungkap Cara Persib Bandung Agar Menang di Kandang Dewa United

"Jangan pernah berpikir lagi pola hidup dimana pejabat teh kudu keren, dimana pejabat kudu kitu, kita tidak seperti itu dengan kondisi sekarang yuk menyesuaikan diri dengan kondisi bahwa pejabat pun sama manusia," tegasnya.

Diky berharap dengan cara ini bisa mengurangi anggaran supaya tidak membengkak ditengah efisiensi sekarang.

"Mudah-mudahan dengan cara seperti ini kita bukan sekadar simpati tapi empati dimana masyarakat pun juga sama-sama melakukan efisiensi untuk hal tertentu, jadi bisa lebih bijak lagi menggunakan anggaran yang ada termasuk di kota Tasikmalaya," katanya. (*) 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved