Senin, 18 Mei 2026

Dilarang Pakai Atribut Persib saat Nonton PSM vs Persib di Parepare, Cuma Boleh Pakai Kaus Putih

Polres Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) bakal mengawal kehadiran 410 bobotoh Persib Bandung saat menyaksikan

Tayang:
Editor: Ichsan
Tribun Timur/istimewa
Bobotoh saat tiba di kawasan Masjid Terapung, Kecamatan Bacukiki Barat Parepare, Minggu (17/5/2026) 

TRIBUNJABAR.ID - Polres Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) bakal mengawal kehadiran 410 bobotoh Persib Bandung saat menyaksikan laga PSM Makassar vs Perib Bandung di Stadion BJ Habibie, Parepare, Minggu (17/5/2026) malam.

Salah satu atensi utama aparat keamanan adalah larangan keras bagi bobotoh Persib Bandung untuk melakukan konvoi di jalan-jalan protokol Kota Parepare.

Kasat Intel Polres Parepare, Iptu Burhanuddin mengatakan, langkah antisipatif ini diambil untuk menjaga situasi kondusif, mengingat tensi pertandingan yang sangat tinggi.

"Larangan konvoi ya, jadi nanti kami akan mengawal teman-teman Bobotoh ke stadion, begitu pun setelah pertandingan," katanya kepada Tribun-Timur.com, Minggu (17/5/2026).

Burhanuddin mengatakan, bobotoh Persib Bandung akan masuk Stadion BJ Habibie Parepare sekitar pukul 17.00 Wita.

Menurutnya, selama berjalannya laga Bobotoh dilarang menggunakan atribut Persib Bandung dan hanya mengenakan baju kaus putih.

"Jam 5 nanti sudah masuk. Sebenarnya masih ada larangan suporter tim tamu datang, makanya tidak boleh menggunakan atribut Persib," katanya.

Burhanuddin berharap Bobotoh bisa bekerjasama menaati aturan dan menjaga kondusivitas laga.

"Kami harap ya teman-teman suporter Persib ini bisa konsisten menaati aturan," katanya.

Sebelumnya, sebanyak 410 suporter Persib Bandung atau Bobotoh tiba di Kota Parepare, Minggu (17/5/2026).

Ratusan Bobotoh tiba di Kota Parepare sekira pukul 14.30 Wita.

Mereka menggunakan enam bus pariwisata yang dikawal ketat mobil Patwal kepolisian.

Kawasan Masjid Terapung, Kecamatan Bacukiki Barat menjadi titik kumpul sementara mendadak riuh Bobotoh.

Menariknya, massa suporter yang hadir tidak hanya datang langsung dari Jawa Barat, melainkan didominasi oleh warga diaspora Sunda yang kini menetap di berbagai wilayah di Sulsel.

Salah seorang Bobotoh bernama Komaroh mengaku ia warga Bandung yang berdomisili di Kabupaten Maros.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved