Minggu, 17 Mei 2026

RESPONS Media Belanda Atas Pemecatan pada Patrick Kluivert, Menyebut Tekanan Begitu Besar

Media-media Belanda turut menyoroti keputusan PSSI mengakhiri kerja sama dengan Patrick Kluivert, pelatih timnas Indonesia.

Tayang:
Editor: Giri
dok pssi
PIMPIN LATIHAN - Patrick Kluivert saat memimpin latihan perdana Timnas Indonesia di Stadion Netstrata Jubilee, Sydney pada Selasa, (18/3/2025). Patrick Kluivert kini tak lagi menjadi pelatih timnas. 

TRIBUNJABAR.ID, AMSTERDAM - Media-media Belanda turut menyoroti keputusan PSSI mengakhiri kerja sama dengan Patrick Kluivert, pelatih timnas Indonesia. Keputusan diambil setelah Indonesia gagal melangkah ke Piala Dunia 2026.

Indonesia selalu kalah dalam dua laga pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Pasukan Garuda menyerah 2-3 dari Arab Saudi dan 0-1 dari Irak.

Arab akhirnya mendapat tiket otomatis setelah bermain 0-0 melawan Irak. Sedangkan Irak akan menjalani laga putaran kelima.

Dalam keputusan mengakhiri kerja sama dengan Kluivert, PSSI mengambil mekanisme mutual termination (kesepakatan bersama kedua pihak), Kamis (16/10/2025).

Atas keputusan PSSI itu, media Belanda juga memberitakannya. De Telegraaf menuliskan bahwa ekspektasi Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2026 sangat tinggi, melebihi kenyataan.

Contohnya, Irak yang merupakan lawan terakhir di Grup B peringkat FIFA-nya dua kali lebih tinggi daripada Indonesia, yakni 58 berbanding 119.

Baca juga: Daftar Kandidat Pelatih Timnas Indonesia Gantikan Kluivert: Mau Pelatih Persib atau Mantan Terindah?

"Ekspektasi terhadap Indonesia meningkat begitu tinggi karena hasil-hasil positif yang diraih baru-baru ini," tulis media yang berdiri sejak 1893 itu.

"Indonesia bermain lebih baik hampir sepanjang pertandingan melawan Irak, tetapi karena gagal ke Piala Dunia semuanya diliputi gelombang negatif," lanjutnya.

De Telegraaf lalu menyoroti digantinya pelatih timnas Indonesia sebelumnya, Shin Tae-yong, meski mencatatkan performa apik. Kluivert dinilai memiliki poin lebih karena berbahasa sama dengan mayoritas pemain Tim Garuda saat ini yang dinaturalisasi dari Belanda.

Sorotan sama datang dari Voetbalzone. Media sepak bola di Belanda ini menyoroti tingginya tekanan dari media dan suporter Indonesia.

"Federasi sepak bola Indonesia awalnya ingin melanjutkan kerja sama dengan Kluivert meski tak lolos Piala Dunia, tetapi tekanan dari media dan suporter sangat tinggi sehingga mereka membatalkannya," demikian klaim Voetbalzone.  

"Kluivert bukan satu-satunya yang keluar dari timnas negara kepulauan itu. Para asistennya, Danny Landzaat, Gerarld Vanenburg, dan Alex Pastoor juga mundur."

Baca juga: Pernyataan Pertama Erick Thohir setelah Pecat Patrick Kluivert dari Pelatih Timnas Indonesia

Disebutkan pula bahwa Kluivert, pelatih berusia 49 tahun, hanya menangani Indonesia dalam delapan pertandingan.

Legenda timnas Belanda itu sebelumnya melatih klub Adana Demirspor di Turkiye dan timnas Curacao.

Selanjutnya, sorotan juga datang dari media NU.nl, yang menyoroti laga di Timur Tengah sebagai akhir perjalanan Kluivert bersama Tim Merah-Putih.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved