Sabtu, 16 Mei 2026

Mahasiswi Unpad Dilindas Motor

Trauma Mahasiswi Unpad Korban Penodongan Jatinangor: Takut Setiap Mendengar Suara Motor Mendekat

Mahasiswi FIB Unpad yang menjadi korban pertama penodongan di Dusun Sukamanah, mengungkapkan trauma mendalam hingga merasa terancam.

Tayang:
Tribun Jabar/Kiki Andriana
Shafira Nina Budiman (20), Mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya Unpad, korban pertama aksi kejatan pria tak dikenal, di kawasan Dusun Sukamanah, Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, saat diwawancara Tribun Jabar.id, Jumat (15/5/2026) petang.  
Ringkasan Berita:
  • Shafira Nina Budiman, mahasiswi FIB Unpad yang menjadi korban pertama penodongan di Dusun Sukamanah, mengungkapkan trauma mendalam hingga merasa terancam setiap kali ada sepeda motor yang mendekat. 
  • Pelaku sempat berusaha merampas ponsel miliknya untuk kebutuhan kuliah, namun gagal setelah korban berteriak meminta pertolongan warga sekitar. 
  • Atas kejadian ini, korban meningkatkan kewaspadaan dengan menyimpan barang berharga di dalam tas.

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Kasus penodongan terhadap dua mahasiswi Universitas Padjadjaran di gang kawasan Dusun Sukamanah, Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, menyisakan trauma bagi korban selamat.

Salah satu korban, Shafira Nina Budiman (20), mengaku kini merasa takut setiap kali ada sepeda motor mendekat saat dirinya berada di jalan.

“Jujur agak trauma. Waktu beli jajan sore-sore, kalau ada motor mendekat jadi kayak orang yang mengancam,” kata Shafira, Jumat (15/5/2026) petang. 

Shafira merupakan korban pertama aksi penodongan yang terjadi di gang tersebut pada Selasa malam. Saat itu, pelaku sempat mencoba merebut telepon genggam miliknya sebelum akhirnya kabur setelah korban berteriak meminta tolong.

Menurutnya, telepon genggam yang coba dirampas pelaku merupakan barang penting untuk kebutuhan kuliah sehari-hari.

“Ini hape buat kuliah juga kan,” ujarnya.

Akibat kejadian itu, Shafira mengaku akan lebih berhati-hati saat bepergian, terutama ketika melintas di kawasan gang menuju kos mahasiswa.

“Ke depannya saya akan hati-hati lagi. Hape akan ditaruh di tas, takut kejadian begitu. Memang lagi musibah saja,” katanya.

Ia juga berharap aparat kepolisian segera menangkap pelaku agar mahasiswa yang tinggal di kawasan Jatinangor bisa kembali merasa aman.

“Semoga pelaku cepat ditangkap dan biar lebih aman juga, karena ini tempat mahasiswa cari ilmu,” ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved