Irwansyah Putra Tinggalkan PDIP Sumedang, Sekretaris DPC Ungkap Alasan Mengejutkan
Mantan Ketua DPRD Sumedang Irwansyah Putra resmi mengundurkan diri dari PDIP. Sekretaris DPC PDIP Sumedang sebut tidak ada konflik internal.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Mantan Ketua DPRD Sumedang Irwansyah Putra resmi mengundurkan diri dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Surat pengunduran diri tersebut telah disampaikan kepada DPC PDIP Sumedang sekitar sepekan sebelum Lebaran.
Sekretaris DPC PDIP Sumedang Atang Setiawan membenarkan hal tersebut.
Ia menyebut, dengan diserahkannya surat pengunduran diri, Irwansyah kini tidak lagi menjadi bagian dari partai.
“Iya, ada surat pengunduran diri yang diserahkan ke DPC PDIP, sekitar seminggu sebelum Lebaran. Beliau Irwansyah sudah resmi keluar dari PDIP,” ujarnya saat dihubungi TribunJabar.id, Senin (30/6/2026).
Atang mengaku pihaknya menyayangkan keputusan tersebut, mengingat hubungan dan kerja sama yang telah terjalin cukup lama antara Irwansyah dengan PDIP Sumedang.
Baca juga: Instruksi Megawati, PDIP Jabar Donasi Pakan Hewan Bandung Zoo: Kepala Daerah 5 Juta, DPRD 500 Ribu
“Kita sangat menyesal beliau menyatakan pengunduran diri dari partai, karena terus terang kita sudah terbangun komunikasi cukup lama bekerja sama,” katanya.
Menurutnya, Irwansyah merupakan kader yang telah mendapat kepercayaan besar dari partai, termasuk pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Sumedang dua periode serta diusung dalam kontestasi Pilkada sebanyak dua kali.
“Apalagi beliau sudah diposisikan sebagai Ketua DPRD, di Pilkada juga kita usung dua kali, meski belum berhasil,” ucapnya.
Meski demikian, Atang menegaskan keputusan tersebut bukan disebabkan oleh konflik internal di tubuh partai.
Ia memastikan hubungan antara Irwansyah dengan pengurus PDIP Sumedang tetap berjalan baik.
“Kalau konflik internal sih enggak ada, kita baik-baik saja,” ujarnya.
Ia menduga, keputusan tersebut berkaitan dengan dinamika internal organisasi, terutama dalam proses konsolidasi struktural partai.
Dalam proses tersebut, Irwansyah disebut tidak lagi mendapat kesempatan untuk mengurus partai di tingkat daerah Sumedang.
“Hanya saja mungkin dari sisi konsolidasi struktural, beliau oleh induk organisasi tidak diberi kesempatan lagi untuk mengurus partai di Sumedang,” katanya.
Atang menegaskan, pengunduran diri merupakan hak pribadi Irwansyah yang tidak dapat diintervensi oleh pihak manapun, termasuk partai.
“Meski menurut saya sebagai kader ditempatkan di manapun sama saja. Tapi mungkin ada pertimbangan lain dari beliau, itu hak beliau,” katanya.(*)
| Soroti Kasus Bayi Meninggal dalam Kandungan di Sumedang, DPRD Jabar Minta Perkuat Edukasi Kesehatan |
|
|---|
| Kasus Bayi Meninggal di Sumedang, Dinkes Jabar Sebut RS Pakuwon Sudah Siapkan Dokter Pengganti |
|
|---|
| Ada 62 Kasus Kematian Bayi di Sumedang dari Januari 2026, Terbaru Bayi Rosita, Mayoritas karena BBLR |
|
|---|
| Kasus Bayi Meninggal Diduga Ditolak RS Pakuwon, Wakil Ketua DPRD Sumedang Minta SOP Dicek |
|
|---|
| Soroti Kasus RS Pakuwon, Dinkes Jabar Sebut Idealnya Setiap RS Punya Lebih dari Dua Dokter Kandungan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Cabup-nomor-urut-3-Irwansyah-Putra-saat-diwawancara-Tribun.jpg)