Selasa, 14 April 2026

Sumedang di Awal Ramadhan Dihiasi Hujan dan Udara Dingin, Berlangsung sejak Hari Pertama Puas

Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang turun merata di beberapa kecamatan, menyebabkan suasana pagi tampak berkabut dan jalanan basah

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
tribunjabar.id / Kiki Andriana
Hujan dengan intensitas tinggi ini disertai kabut tebal  menghalangi pandangan para pengendara sepeda motor dan mobil di kawasan Cigendel, Pamulihan, Sumedang, Rabu (15/10/2025) sore.  
Ringkasan Berita:
  • Hujan ringan hingga sedang disertai udara dingin kembali melanda Sumedang pada Jumat (20/2/2026) pagi, turun sejak waktu sahur.
  • Kondisi serupa sudah terjadi sejak hari pertama Ramadan, Kamis (19/2/2026), dengan hujan yang turun dari sahur hingga pagi hari.
  • Suhu udara terasa lebih sejuk, terutama di wilayah dataran tinggi dan perbukitan, dengan jalanan basah serta suasana berkabut saat aktivitas warga dimulai.

Laporan : Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG – Cuaca dingin disertai hujan kembali menyelimuti wilayah Kabupaten Sumedang pada Jumat (20/2/2026) pagi. 

Hujan dilaporkan turun sejak waktu sahur dan membuat suhu udara terasa lebih rendah dari biasanya. Kondisi ini bahkan telah terjadi sejak hari pertama Ramadan pada Kamis (19/2/2026).

Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang turun merata di beberapa kecamatan, menyebabkan suasana pagi tampak berkabut dan jalanan basah saat aktivitas warga mulai berlangsung.

Baca juga: Cara Persib Menang dari Ratchaburi menurut Asep Sumantri: Faktor Balas Dendam dan Cuaca Bandung

Kondisi serupa sudah dirasakan sejak awal Ramadan. Pada Kamis (19/2/2026), hujan juga turun pada waktu sahur dan berlanjut hingga pagi hari. Pola cuaca ini membuat suhu udara di Sumedang cenderung lebih sejuk, terutama di wilayah dataran tinggi dan kawasan perbukitan.

Berdasarkan prakiraan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Sumedang pada Jumat diprediksi mengalami hujan ringan hingga berawan dengan kelembapan udara cukup tinggi. Rentang suhu diperkirakan berada di kisaran 18 hingga 27 derajat Celsius, yang membuat udara pagi terasa lebih dingin dari hari-hari biasanya.

Kelembapan yang tinggi serta pertumbuhan awan hujan sejak dini hari menjadi salah satu faktor turunnya hujan pada waktu sahur. Kondisi ini juga berdampak pada aktivitas masyarakat, terutama pengguna jalan yang harus lebih berhati-hati karena permukaan jalan licin.

BMKG menyebutkan bahwa prakiraan cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Meski hujan yang terjadi tergolong ringan, masyarakat tetap diimbau mewaspadai potensi peningkatan intensitas hujan pada siang atau sore hari.

Baca juga: Waspada! BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem di Jabar Sepekan ke Depan, Bandung Raya Masuk Puncak Hujan

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved