Keracunan di Sumedang
Nasi Ayam dan Telur Balado: Menu Katering yang Disantap Santri Sumedang Diperiksa di Laboratorium
Polres Sumedang telah menarik simpulan awal mengenai kronologi keracunan santri Ponpes Nuurush Sholaah ini.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Ringkasan Berita:
- Kapolsek Cimanggung menduga katering nasi ayam dan telur balado menjadi penyebab keracunan 116 santri Ponpes Nuurush Sholaah.
- Gejala mual muncul usai santap malam pada Kamis, sehingga 61 santri kini dirawat intensif di lima rumah sakit berbeda.
- Sampel makanan dari dapur di Cikancung telah diamankan tim Inafis dan Dinas Kesehatan untuk dilakukan uji laboratorium secara mendalam.
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Menu makanan katering diduga menjadi pemicu kasus keracunan ratusan santri Nuurush Sholaah di Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Sebanyak 116 santri kini harus mendapatkan perawatan medis seusai menyantap hidangan tersebut.
Kepolisian Sektor Cimanggung, Polres Sumedang telah menarik simpulan awal mengenai kronologi keracunan santri Ponpes Nuurush Sholaah ini.
Menu yang disantap juga sampelnya telah dibawa Tim Inafis Polres Sumedang dan Dinas Kesehatan Sumedang untuk dicek di laboratorium.
Kompol Aan Supriatna, Kapolsek Cimanggung mengatakan menu yang disantap adalah nasi dengan ayam, telur balado, kentang, dan sambal.
"Kita belum bisa pastikan apakah korbannya bertambah, yang di sini yang ditangani di sini (Ponpes) masih bisa ditangani. JIka agak berat, kemudian tadi gejala mual, muntah dan demammnya tinggi, baru dirujuk," kata Kompol Aan kepada Tribun Jabar.id, di lokasi kejadian.
Kompol Aan membeberka kronologi kejadian ini. Menurunya, santri Ponpes Nurus Sholaah menyantap makanan katering dari donasi seusai kegiatan pesantren pada Kamis (18/12/2025) malam.
Baru pada Jumat dini hari, pukul 04.00-14.00, korban keracunan makanan mulai berjatuhan.
"Menyampaikan memang ada kejadian keracunan di ponpes ini. Kejadian ini berawal dari kemarin, Kamis malam ada pengajian bagi santri di pesantren ini, kemudian ada katering dari donatur untuk santri," katanya.
Makanan katering itu datang sebelum acara. Namun, baru disantap setelah selesai acara sekitar pukul 22.00.
"Yang pertama menunjukkan gejala adalah santri laki-laki di jam 04.00, kemudian sekitar pukul 14.00 (Jumat) sudah banyak yang dirujuk," katanya.
Menurutnya, ada 116 santri yang keracunan. Sebanyak 61 dirujuk ke lima rumah sakit di sekitar Cimanggung-Jatinangor-Cicalengka, yakni Rumah Sakit Kesehatan Kerja (RSKK), RSUD Cikopo Cicalengka, RS Universitas Padjadjaran, RS AMC Cileunyi, dan RS Harapan Keluarga.
"Yang lainnya, dilihat terus oleh dokter-dokter dari dinas dan puskesmas. Dirawat di pesantren. Kami kepolisian, juga dari inafis, di bawah pimpinan Pak Kasatreskrim telah mengambil langkah," katanya.
Menurutnya, sampel makanan sudah diambil oleh Polisi dan Dinas Kesehatan untuk dicek di laboratorium. Makanan katering itu dimasak di sebuah dapur di Cikancung, Kabupaten Bandung.
| Korban Keracunan di Cimanggung Bertambah Jadi 177 Orang, Biaya Pengobatan Ditanggung Pemkab Sumedang |
|
|---|
| Korban Keracunan Makanan di Ponpes Nuurush Sholaah Sumedang Jadi 130 Orang, Ada Guru dan Warga |
|
|---|
| Update Kasus Keracunan Santri Sumedang: 25 Pasien Masih Jalani Perawatan Intensif di RS Unpad |
|
|---|
| Daftar Nama Santri Nuurush Sholaah Cimanggung Sumedang yang Dirujuk ke Rumah Sakit karena Keracunan |
|
|---|
| Camat Cimanggung Ungkap Asal Makanan yang Diduga Jadi Penyebab Ratusan Santri Sumedang Keracunan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ratusan-santri-keracunan-di-cimanggung-sumedang.jpg)