Shuttle Travel di Jatinangor Sumedang Masih Bandel Meski Sudah Disidak Petugas Gabungan
Kehadiran shuttle travel milik satu perusahaan otobus di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, "mengancam" keselamatan pejalan kaki.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Giri
Laporan: Kiki Andriana
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Kehadiran shuttle travel milik satu perusahaan otobus di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, "mengancam" keselamatan pejalan kaki. Mobil-mobil yang diparkir di bahu juga membahayakan pengendara lain.
Mengenai kondisi itu, Satpol PP dan Dinas Pehubungan Kabupaten Sumedang telah melakukan inspeksi mendadak. Tapi shuttle travel tersebut masih membandel.
Loket perusahaan ini berada di dekat persimpangan jalan, tepatnya di Desa Hegarmanah. Jaraknya hanya sekitar 50 meter dari Kantor Kecamatan Jatinangor.
Baca juga: Wabup Fajar akan Tindak Tegas Pegawai Pemkab Sumedang yang "Main" Pengurusan Perizinan
Pantauan TribunJabar.id di lokasi, Senin (1/12/2025) pukul 06.30, terlihat empat mobil travel milik PT Bhinneka Sangkuriang Transport (Bhisa) diparkir berderet ke belakang di atas trotoar, dan di bahu jalan. Mobil travel menaik-turunkan penumpang,
Devi Octavian (23), mahasiswa Universitas Padjajaran (Unpad) mengeluhkan keberadaan shuttle travel tersebut lantaran dinilai telah memperburuk estetika kota. Menurutnya, keadaan semakin semrawut, dengan menjamurnya lapak pedagang kaki lima (PKL) di wilayah Jatinangor.
"Ini kan kota pendidikan, seharusnya tertata rapi, tertib, malah semrawut," kata Devi kepada Tribun Jabar, di Jatinangor.
Ipan Suryana (43), warga Jatinangor, mengaatakan, bahu jalan yang dijadikan lahan parkir liar oleh perusahaan travel dan PKL membuat banyak masyarakat dan pengendara geram dan jengkel.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Sumedang serius menindak tindakan sewenang-wenang travel yang dianggap telah meresahkan warga.
"Jangan sampai masyarakat berasumsi ada pembiaran oleh petugas," ucapnya.
Baca juga: Meski Diguyur Banjir 1,5 Meter, Warga Sumedang Pilih Bertahan di Rumah, BPBD: Air Sudah Mulai Surut
Diberitakan sebelumnya, aparat gabungan melakukan sidak shuttle travel tersebut pada Kamis (18/9/2025) sore.
Pihak travel mengatakan, mereka mengincar tempat di sekitar Ikopin University. Jika sudah deal maka akan pindah ke wilayah yang baru itu.
"Kadang ada satu waktu ada yang bersamaan berangkat dan datang. Di sini operasional jam 05.00-22.00. Kalau di Jatos, misalnya, kita masuk ke sana, operasional mal hanya pukul 08.00 pagi sampai sebelum pukul 22.00. Kita mengejar ke daerah Ikopin," kata orang dari pihak travel saat petugas gabungan melakukan sidak. (*)
| Jemaah Haji Asal Sumedang Dijadwalkan Tiba di Tanah Air pada 22 Juni 2026 Lewat Kloter 29 KJT |
|
|---|
| Bundaran Pangkalan Damri Jatinangor Ditutup Total, Omzet Warung Sekitar Anjlok Drastis |
|
|---|
| 4 Pria Diduga Curi 10 Kg Tembaga di Jatinangor Sumedang, Berakhir Diringkus Polisi |
|
|---|
| Iduladha Momentum Berbagi, PLN Sumedang Hadirkan Sambungan Listrik Gratis bagi Warga Kurang Mampu |
|
|---|
| Polisi Selidiki Jaringan Pengedar Obat Terlarang yang Seret Oknum Petugas Dapur MBG di Sumedang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/travel-yang-diparkir-bahu-jalan-di-dekat-persimpangan-Hegarmanah-Jatinangor-Sumedang.jpg)