2 Pilot Paralayang Nyasar Disambut Sorak Suporter Bola: Mendarat di Stadion Ahmad Yani Sumedang
Pilot melayang-layang lalu mendarat di luar kotak putih lapangan sepakbola. Pendaratan yang sukses disambut sorak sorai para penonton sepakbola.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Sesi terbang latihan pada West Java Paragliding Championship 2025 di Kabupaten Sumedang, Minggu (21/9/2025) meninggalkan banyak cerita. Dua di antaranya pilot yang mendarat di lapangan sepakbola.
Stadion Ahmad Yani mendadak bergemuruh. Pertandingan sepakbola dihentikan. Semua penonton teralihkan pandang matang ke langit. Dua orang dengan pralayang sedang melayang mencari daratan.
Pilot paralayang itu mengincar lapangan sepakbola. Kelihatannya, kedua pilot itu sadar sedang ada pertandingan sepakbola di stadion, maka dia mengupayakan untuk tidak mendarat di tengah garis lapangan.
Pilot melayang-layang sebentar, lalu mendarat di luar kotak putih lapangan sepakbola. Pendaratan yang sukses disambut sorak sorai para penonton sepakbola.
"Horeee!" teriak penonton dalam video yang merekam momen itu. Video pendek itu diterima TribunJabar.id.
West Java Paragliding Championship 2025 dibuka hari ini, atlet paralayang nasional dan internasional ikut agenda ini. Seharusnya, para atlet itu mendarat di pendaratan utama, di Kawasan Pusat Pemerintahan Sumedang.
Dari langit, ciri lokasi pendaratan di PPS itu adalah banyaknya bendera umbul-umbul. Sementara jika mendarat di Stadion Ahmad Yani, jaraknya lumayan jauh dari PPS.
Namun, pendaratan ini cukup sesuai arah. Sebab, ada juga yang melayang ke arah Timur dari tempat lepas landas, di kawasan Batudua, Cisitu. Mereka mendarat di Darmaraja bahkan Cibugel.
Menurut pantauan Tribun Jabar.id hingga pukul 15.30, sebanyak 27 pilot mendarat di lapangan PPS dengan sempurna, dan berdasarkan informasi yang diterima dari pihak panitia, sebanyak 23 pilot nyasar atau gagal mendarat lantaran tak mampu mengendalikan paralayangnya dengan baik.
Hasilnya, Paralayang yang dikemudikan mereka nyasar dan mendarat di wilayah Situraja, Darmaraja, Baginda Sumedang Selatan, Cibugel, dan Sumedang Utara.
Mohamad Vicko Walyatalattov (17), pilot asal Kota Bandung mengaku butuh waktu 90 menit untuk mendarat di titik pendaratan.
Menurutnya, selama satu setengah jam di atas langit Sumedang mengalami masalah turbulensi karena pergerakan udara yang tidak teratur.
"Tadi take off pukul 14.00 dan mendarat pukul 15.30. Anginnya bagus, namun kendalanya turbulensi, dan pas di titik pendaratan banyak pohon," kata dia di lapangan PPS.
Ia mengaku sudah siap fisik dan mental menghadapi lawan pada kejuaraan paralayang yang bakal digelar esok hari.
"Sudah siap, siap banget," katanya.
| Terungkap, Enjang Sang TNI Gadungan Tak hanya Tipu Pedagang Telur di Sumedang, Beraksi di 7 Daerah |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Integrasikan Karnaval Binokasih Keraton Sumedang Jadi Event Lintas Daerah |
|
|---|
| Poster Jadi Panggung Kreativitas Generasi Muda, Pemkab Sumedang Umumkan Juara Lomba HJS ke-448 |
|
|---|
| Malam Puncak HJS ke-448, Pemerintah Kabupaten Sumedang Ganjar Atlet dan Pelajar Berprestasi |
|
|---|
| Gelar Budaya Kasumedangan Meriah dan Sukses, Ribuan Warga Padati Alun-Alun Sumedang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Dua-orang-pilot-paralayang-menda.jpg)