Dedi Mulyadi Integrasikan Karnaval Binokasih Keraton Sumedang Jadi Event Lintas Daerah
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadikan Karnaval Binokasih sebagai agenda tahunan yang mengintegrasikan sejarah Sunda lintas daerah.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadikan Karnaval Binokasih sebagai agenda tahunan yang mengintegrasikan sejarah Sunda lintas daerah mulai awal Mei 2026.
- Perjalanan budaya ini dimulai dari Sumedang, melewati Kawali, Kampung Naga, Bogor, hingga berakhir di Cirebon guna membangun kesadaran sejarah dan lingkungan.
- Gubernur Dedi Mulyadi memastikan daerah yang dilintasi akan mendapatkan prioritas pembangunan infrastruktur dan pembenahan situs sejarah.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Karnaval Binokasih yang menjadi tradisi Keraton Sumedang, diangkat menjadi agenda bersama Pemprov Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengatakan, agenda budaya itu akan digelar lintas daerah dan terintegrasi di sejumlah wilayah mulai awal Mei 2026.
"Karnaval Binokasih, kita mulai tanggal 2 Mei di Sumedang. Tradisi dari Keraton Sumedang itu sekarang diintegrasikan dengan Pemprov supaya gaungnya lebih besar,” ujar Dedi, Rabu (29/4/2026).
Rangkaian karnaval ini, kata Dedi, akan bergerak dari satu daerah ke daerah lain dengan membawa narasi sejarah dan budaya Sunda.
Rute karnaval dimulai pada 2 Mei di Sumedang, kemudian berlanjut 3 Mei di Kawali, Kabupaten Ciamis, yang dikenal sebagai pusat Kerajaan Sunda Kawali.
Rombongan juga akan menuju Kampung Naga di Tasikmalaya, sebagai salah satu destinasi budaya, lalu bergerak ke Cianjur dengan titik akhir di kawasan gedung keresidenan yang memiliki nilai historis sebagai ibu kota Priangan pada masa lalu.
Perjalanan dilanjutkan ke Bogor dengan rute dari Batutulis menuju Kebun Raya Bogor. Setelah jeda satu hari, karnaval akan terintegrasi dengan peringatan Hari Jadi Kota Depok, dengan rute yang menonjolkan kawasan heritage peninggalan Belanda.
Dari Depok, rombongan akan bergerak ke Karawang dengan tujuan Pesantren Syekh Quro, sebelum akhirnya mencapai puncak acara di Cirebon, dari Bale Jayadewata menuju kawasan Kasepuhan.
Dedi mengatakan bahwa karnaval ini tidak sekadar agenda seremonial, tetapi memiliki makna strategis bagi masyarakat Jawa Barat, khususnya yang dilewati oleh karnaval.
“Maknanya satu, mengingatkan tentang sejarah Sunda, dari Kawali sampai terbentuknya Kasultanan Cirebon,” katanya.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan.
"Daerah yang terlewati harus bersih. Setelah itu pasti ada program pembangunannya,” katanya.
Dedi juga memastikan sejumlah kawasan yang dilalui karnaval akan mendapat perhatian pembangunan, seperti renovasi Keraton Sumedang, penataan kawasan Kawali, peningkatan fasilitas wisata di Kampung Naga, hingga penguatan daya dukung situs sejarah di Cianjur, Depok, Karawang, dan Cirebon.
Dampak dari kegiatan ini diharapkan tidak hanya pada sektor budaya, tetapi juga penataan infrastruktur dan lingkungan, mulai dari jalan, trotoar, hingga kawasan permukiman.
“Pokoknya Jawa Barat nanti yang bersih bukan hanya Kota Bandung, seluruh wilayah Jawa Barat harus bersih,” ucapnya.
Ke depan, Karnaval Binokasih akan dijadikan sebagai agenda rutin tahunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Event rutin tahunan,” katanya.
| Spontanitas Dedi Mulyadi Ubah Nasib Penjual Nanas Jadi Bergaji Rp4,2 Juta Per Bulan |
|
|---|
| Jadi Komut Independen BJB, Susi Pudjiastuti Cari Solusi Atasi Masalah Pinjol |
|
|---|
| ''Mamah Dimana?'' Pesan WA Terakhir Putra Nurlaela, Sang Ibu Tewas dalam Tabrakan KRL di Bekasi |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Ambil Tindakan, Ini Daftar Daerah dengan Angka Putus Sekolah Paling Tinggi di Jabar |
|
|---|
| RUPST bank bjb, Resmi Tunjuk Pengurus Baru, Dorong Tata Kelola Lebih Solid |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Gubernur-Jawa-Barat-Dedi-Mulyadi-saat-menghefedwaee.jpg)