Senin, 18 Mei 2026

Setannya Cuan Hadir di Bandung, Horor Komedi Hadirkan Pesan Soal Cuan Instan

Kehadiran para pemain dan kru langsung disambut antusias penonton. Banyak yang mengajak untuk foto bersama ketika bertemu langsung dengan idolanya.

Tayang: | Diperbarui:
Tribun Jabar/Putri Puspita Nilawati
Special screening film horor-komedi Setannya Cuan berlangsung meriah di CGV BEC Bandung, Sabtu (14/2/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Film horor-komedi Setannya Cuan sukses menggelar special screening di CGV BEC Bandung (14/2/2026). 
  • Film garapan Avesina Soebli ini menyentil fenomena pesugihan dan obsesi kekayaan instan lewat latar cerita Tanah Pasundan. 
  • Dibintangi deretan komika papan atas, film yang juga menjadi kenangan bagi almarhum Babe Cabita ini dijadwalkan tayang serentak secara nasional mulai 5 Maret 2026 mendatang.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Special screening film horor-komedi Setannya Cuan berlangsung meriah di CGV BEC Bandung, Sabtu (14/2/2026). 

Kehadiran para pemain dan kru langsung disambut antusias penonton. Banyak yang mengajak untuk foto bersama ketika bertemu langsung dengan idolanya.

Produser Film Setannya Cuan, Avesina Soebli,  mengungkapkan perjalanan film ini terbilang panjang karena proses produksi sempat tertunda pandemi.

“Kami syuting sejak Covid, sempat jeda, lalu bergerak lagi. Awalnya judulnya Jurig Salawe, mengangkat cerita Tanah Pasundan tentang setan togel. Setelah melihat perkembangan zaman, kami sepakat jadi Setannya Cuan,” ujar Avis di CGV BEC.

Ia menambahkan, penggunaan istilah “cuan” terasa dekat dengan realitas masyarakat modern yang sering memburu keuntungan instan.

“Kebetulan juga nuansanya dekat Imlek, kata ‘cuan’ terasa agak oriental. Intinya fenomena cari uang cepat itu masih ada, bahkan sampai melibatkan hal gaib seperti babi ngepet, tuyul, sampai pocong,” katanya.

Avis menegaskan ide cerita tetap dipertahankan berkat kekompakan tim produksi. 

Film ini juga membawa pesan moral tentang pentingnya mencari rezeki secara halal.

Sementara itu dr. Robby Hilman Maulana, Produser Eksekutif sekaligus penggagas cerita film mengatakan ide cerita film ini lahir dari pengamatan langsung terhadap fenomena nyata di tengah masyarakat di mana seringkali kesulitan ekonomi mendorong orang mencari jalan pintas yang tidak masuk akal. 

“Setannya Cuan memang diadaptasi dari peristiwa nyata tentang obsesi terhadap angka keberuntungan atau klenik demi mengubah nasib secara instan. Kami ingin memotret bahwa di balik keriuhan komedinya, ada potret jujur mengenai bagaimana 'cuan' atau uang bisa mengubah perilaku manusia hingga berurusan dengan dunia gaib," kata dr Robby.

Komika Fico Fahriza menceritakan lokasi syuting dilakukan di Pangalengan, Gunung Puntang, hingga kebun teh dengan suhu dingin mencapai 14 derajat Celsius.

“Daripada jump scare, film ini mengandalkan situasi. Misalnya adegan ambil nisan atau sembunyi di kuburan, serem tapi tetap lucu,” katanya.

Aktor Joe P Project menilai Bandung punya arti khusus bagi film ini.

“Ini special screening dan Bandung penting karena latar kisahnya dari Jawa Barat,” ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved