Tanggapi Gejolak Demo Imbas Driver Ojol Dilindas Brimob, Joko Anwar: Rakyat Teriak Kesulitan Hidup
Sutradara Joko Anwar turut menanggapi gejolak demo di berbagai daerah, terutama setelah meninggalnya driver ojol, Affan Kurniawan.
Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
Pria yang akrab disapa Jokan ini pun menyayangkan para anggota dewan masih sempat berjoget di tengah kesulitan rakyat.
"Tapi mereka masih ada kekuatan dan keberanian berjoget sementara rakyat menderita dan berteriak," tutur dia.

Oleh karena itu, Joko Anwar menganggap aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa, buruh, hingga driver ojol adalah puncak amarah mereka terhadap apa yang terjadi dan dilakukan para petinggi Indonesia.
"Kita sampai di kondisi ini bukan ada berusaha buat keributan, ini rakyat yang berteriak mereka kesulitan buat hidup," ujar Joko Anwar.
"Yang harus disalahkan siapa? Sistem. Siapa yang menjalankan? Ya Pemerintah dan DPR ini," ujar Joko Anwar.
Joko Anwar pun meyakini, rakyat harus tetap bersuara agar bisa terus berjuang melawan sistem yang merugikan kepentingan rakyat tersebut.
"Kita harus bersuara, bangkit, dan melawan lebih keras baik itu secara fisik maupun dimana saja termasuk di media sosial," pungkasnya.
Baca juga: Bekas Bakar-bakar Demo Bandung di Depan Gedung DPRD Mulai Dibersihkan, Mobil Pemadam Bantu Semprot
Meninggalnya Affan Kurniawan
Sebagai informasi, gejolak demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah utamanya Jakarta telah berlangsung dalam beberapa hari terakhir.
Demo ini merupakan buntuk kekecewaan masyarakat atas kenaikan tunjangan anggota DPR RI beserta pernyataan-pernyataan tidak bijak di saat perekonomian sedang lesu.
Hingga akhirnya, terjadi insiden pelindasan terhadap pengemudi ojol, Affan Kurniawan (21), oleh kendaraan taktis (rantis) Brimob saat pembubaran demo di Pejompongan, Jakarta Pusat pada 28 Agustus 2025, malam.
Dalam sebuah video amatir yang beredar di media sosial, mobil rantis bertuliskan Brimob tampak melaju cepat saat warga tengah berhamburan.
Mobil lapis baja itu lantas melindas seorang pengendara ojol yang tengah berusaha lari dari kerumunan.
Peristiwa itu membuat massa yang semula bubar kembali mengerubungi mobil rantis.
Kemudian, Affan Kurniawan meninggal dunia.
Akibatnya, aksi demonstrasi bertajuk solidaritas dan permintaan tanggung jawab berlangsung pada 29 Agustus 2025.
Bahkan, aksi demonstrasi itu meluas hingga ke beberapa daerah, tak hanya di Jakarta.
(Tribunjabar.id/Rheina) (Wartakotalive.com/Arie Puji Waluyo)
Baca berita Tribunjabar.id lainnya di Goolge News.
Pernyataan Dedi Mulyadi soal Demo di Gedung DPRD Jabar Kota Bandung: Mohon Maaf Atas Kekurangan |
![]() |
---|
Gedung DPRD Kota Tasikmalaya Langsung Diperbaiki setelah Tadi Malam Dirusak Pendemo |
![]() |
---|
Bekas Bakar-bakar Demo Bandung di Depan Gedung DPRD Mulai Dibersihkan, Mobil Pemadam Bantu Semprot |
![]() |
---|
BREAKING NEWS Laga Persib Bandung vs Borneo FC Kemungkinan Ditunda, Tanda-tandanya Kuat |
![]() |
---|
Kondisi Terkini Gedung DPRD Bandung setelah Tadi Malam Didemo, Bangkai Mobil-Motor Masih Teronggok |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.