Kamis, 7 Mei 2026

Semarak Ramadhan, Rumah Amal Ajak 100 Anak Yatim Safari Edukatif dan Berbagi Kebahagiaan

Pada bulan Ramadhan kali ini, Rumah Amal Salman menggelar agenda Semarak Ramadhan

Tayang:
Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/dok rumah amal salman
SAFARI EDUKATIF RAMADHAN - Pada bulan Ramadhan kali ini, Rumah Amal Salman menggelar agenda Semarak Ramadhan pada Sabtu, 28 Februari 2026. Sebanyak 100 anak yatim penerima Beasiswa Teladan Negeri diajak mengikuti rangkaian safari edukatif dan kebersamaan yang berkesan. 

Ringkasan Berita:
  • Rumah Amal Salman menggelar agenda Semarak Ramadhan untuk anak yatim
  • 100 anak yatim mengikuti rangkaian safari edukatif dan kebersamaan

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pada bulan Ramadhan kali ini, Rumah Amal Salman menggelar agenda Semarak Ramadhan pada Sabtu, 28 Februari 2026. Sebanyak 100 anak yatim penerima Beasiswa Teladan Negeri diajak mengikuti rangkaian safari edukatif dan kebersamaan yang berkesan.

Kegiatan ini bukan sekadar perayaan, melainkan bagian dari pembinaan bulanan yang konsisten memberikan ruang belajar, penguatan karakter, serta dukungan psikososial bagi anak-anak dan keluarga penerima manfaat.

Petualangan dimulai dengan kunjungan ke Museum Gedung Sate.

Di sana, para peserta dikenalkan pada sejarah dan nilai kebangsaan melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan.

Tak berhenti di situ, keceriaan berlanjut saat anak-anak diajak berbelanja ke salah satu pusat perbelanjaan di Bandung.

SAFARI EDUKTAIF RAMADHAN - Pada bulan Ramadhan kali ini, Rumah Amal Salman menggelar agenda Semarak Ramadhan pada Sabtu, 28 Februari 2026. Sebanyak 100 anak yatim penerima Beasiswa Teladan Negeri diajak mengikuti rangkaian safari edukatif dan kebersamaan yang berkesan.
SAFARI EDUKTAIF RAMADHAN - Pada bulan Ramadhan kali ini, Rumah Amal Salman menggelar agenda Semarak Ramadhan pada Sabtu, 28 Februari 2026. Sebanyak 100 anak yatim penerima Beasiswa Teladan Negeri diajak mengikuti rangkaian safari edukatif dan kebersamaan yang berkesan. (Tribun Jabar/dok rumah amal salman)

Mereka ditantang membuat parcel mini sendiri, sebuah aktivitas yang dirancang untuk melatih kemandirian sekaligus menanamkan indahnya berbagi.

Selain menghadirkan keceriaan bagi anak-anak, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi dan penguatan bagi para orang tua.

Dua ibu penerima Beasiswa Teladan Negeri, Erfina Rosa dan Neti Susanti, berkesempatan membagikan kisah perjuangan mereka sebagai ibu tunggal yang mengasuh anak-anak di tengah keterbatasan.

Erfina Rosa (37 tahun) menuturkan, kehilangan suami terjadi secara mendadak setelah rangkaian sakit autoimun yang menyerang paru-paru.

 “Prosesnya sangat cepat. Saya dan anak-anak tidak berada di sisi beliau saat berpulang, karena tidak bisa masuk ruangan” ujarnya lirih.

Sebagai ibu rumah tangga dengan pekerjaan serabutan, kadang menjadi tukang ojek, kadang menjaga ruko orang tuanya, Erfina mengaku harus menguatkan diri, terutama untuk anak bungsunya, Bilal (8 tahun) yang masih kerap menangis saat melihat teman seusianya bermain bersama ayah.

“Setiap selesai salat, saya ajarkan Bilal mendoakan ayahnya. Pelan-pelan saya ajak ia beraktivitas agar hatinya lebih tenang,” kata Erfina.

Ia bersyukur sejak bergabung dengan Beasiswa Teladan Negeri, Bilal menjadi lebih ceria karena bertemu teman-teman dengan nasib serupa.

“Saya beryukur Bilal termasuk keluarga dari Beasiswa Teladan Negeri, ia tidak lagi merasa rendah diri, karena ejekan teman-temannya. Di sini ia bersama teman-temannya yang serupa, saling menguatkan, saling bertumbuh. Terima kasih atas kemurah-hatian para donatu, sungguh sangat berarti bagi kami,” ucapnya.

Kisah serupa juga disampaikan Neti Susanti (39 tahun). Ia kehilangan suami secara mendadak di waktu saat subuh.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved