Selasa, 19 Mei 2026

Ramadhan 2026

Ngabuburit di Pusdai Jabar, Berburu Aneka Takjil

Di bulan Ramadan, kawasan Masjid Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Kota Bandung tersohor sebagai pusat takjil. 

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Nappisah
NGABUBURIT - Suasana ngabuburit di Pusdai Jabar, Bandung. Di bulan Ramadan, kawasan Masjid Pusat Dakwah Islam (Pusdai) yang berada di Jalan Dipenegoro No 63, Kota Bandung tersohor sebagai pusat takjil.  

Tak jauh dari lapak minuman, Dila berdiri sambil mengamati deretan makanan yang tersusun rapi. 

Ia mengaku sengaja datang lebih awal agar bisa leluasa memilih.

“Rame banget. Kayaknya karena banyak yang bikin konten juga, jadi makin ramai,” katanya.

Berbeda dari kebanyakan pembeli yang mencari menu klasik seperti kolak atau gorengan biasa, Dila justru berburu takjil yang unik.

“Sebenarnya pengen nyari yang aneh. Soalnya yang biasa udah sering, jadi pengen yang beda,” ujarnya.

Sementara itu, Faizin, pedagang gorengan asal Cirebon, tampak cekatan membalik bala-bala dan tempe di wajan besar. 

Ramadan tahun ini menjadi kali pertama ia berjualan di kawasan Pusdai.

“Sudah dua tahun jualan gorengan, tapi baru tahun ini di sini,” ujarnya.

Sebelumnya, ia berjualan di kawasan Ampera dan depan Gedung Geologi. Keputusannya pindah ke Pusdai dilandasi rasa penasaran melihat ramainya pembeli setiap Ramadan.

Baca juga: 25 Tempat Berburu Takjil di Kota Bandung Cocok Sambil Ngabuburit

“Saya pikir, kok orang dari jauh-jauh datang ke sini, masa saya yang dekat enggak coba. Akhirnya tahun ini pindah ke sini. Alhamdulillah ramai,” katanya.

Menurut Faizin, jajanan kaki lima seperti gorengan tetap menjadi favorit saat berbuka. 

Dalam sehari selama Ramadan, ia bisa menggoreng lebih dari seribu potong aneka gorengan mulai dari cireng, tahu, risol, tempe, ubi, pisang, hingga bala-bala.

“Kalau harga standar, Rp5.000 per porsi dapat empat. Enggak mau dinaikin walaupun ramai. Yang penting barokah,” ujarnya.

Soal pendapatan, Faizin mengaku omzet kotor bisa meningkat selama Ramadan, meski keuntungan bersih tetap dalam kisaran ratusan ribu rupiah per hari. 

“Alhamdulillah lumayan, yang penting cukup,” katanya. 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved