Selasa, 19 Mei 2026

Ramadhan 2026

Ngabuburit di Pusdai Jabar, Berburu Aneka Takjil

Di bulan Ramadan, kawasan Masjid Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Kota Bandung tersohor sebagai pusat takjil. 

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Nappisah
NGABUBURIT - Suasana ngabuburit di Pusdai Jabar, Bandung. Di bulan Ramadan, kawasan Masjid Pusat Dakwah Islam (Pusdai) yang berada di Jalan Dipenegoro No 63, Kota Bandung tersohor sebagai pusat takjil.  

Ringkasan Berita:

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Di bulan Ramadan, kawasan Masjid Pusat Dakwah Islam (Pusdai) yang berada di Jalan Dipenegoro No 63, Kota Bandung tersohor sebagai pusat takjil

Pedagang kaki lima memadati kedua bahu jalan tersebut. Aneka cemilan manis, pedas hingga gurih tersedia. 

Harum aneka gorengan, hingga segarnya es teler seolah siap disantap untuk meredakan haus dahaga. 

Para pemburu takjil ini tak langsung memilih menu takjil. Mereka memanfaatkan waktu ngabuburit dengan berjalan pelan menengok kiri-kanan mencari ragam jajanan yang menarik. 

Baca juga: Ngabuburit Estetik di PPI Cikidang Pangandaran: Berburu Takjil Sambil Menikmati Senja di Pesisir

Di tengah keramaian itu, salah seorang pemburu takjil, Rere tampak sibuk memilih jajanan di salah satu lapak. 

Tangannya sudah penuh dengan beberapa kantong plastik berisi minuman dan kudapan manis.

“Iya, lagi cari takjil,” ujarnya, kepada TribunJabar.id, Senin (23/2/2026). 

 Ia menyebut, sejak hari pertama puasa, suasana di Pusdai sudah seramai ini. 

“Sampai macet kayak gini. Memang tiap sore ramai banget.”

Menurut Rere, sebagian pedagang sebenarnya sudah biasa berjualan saat akhir pekan di luar bulan Ramadan. Namun, saat bulan puasa tiba, jumlahnya bertambah dan suasananya jauh lebih semarak.

“Kalau Ramadan makin ramai. Dari jam 4 sore sudah mulai banyak yang datang, sampai habis,” katanya.

Sore itu, Rere sudah mendapatkan es mochi dan beberapa camilan untuk berbuka. 

Dia menyebut pedagang di kawasan Pusdai datang dari berbagai daerah, tak hanya sekitar Bandung, tetapi juga dari Cimahi hingga Babakan Loa.

Baca juga: Ngabuburit di Geoteater Rancakalong, Cepot Hidupkan Ramadan dan Ekosistem Budaya Kasumedangan

“Macam-macam, kayaknya banyak juga yang dari luar daerah sini,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved