Kamis, 21 Mei 2026

Ramadhan 2026

Daging Sapi hingga Ayam di Purwakarta Dicek Jelang Lebaran, Pastikan Aman Tanpa Formalin

Petugas melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi fisik daging sapi, daging kerbau, dan daging ayam yang dijual

Tayang:
Penulis: Deanza Falevi | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/Deanza Falevi
PERIKSA DAGING SAPI - Petugas Diskanak Purwakarta melakukan pemeriksaan kualitas daging sapi dan ayam di Toserba Yogya Purwakarta, Jumat (28/2/2025). 

Namun ia menegaskan kualitas daging sangat bergantung pada konsistensi penanganan dan penyimpanan oleh petugas di lapangan.

"Kualitas daging sangat dipengaruhi cara penanganan dan penyimpanan. Jadi kalau penanganannya tidak konsisten, kualitasnya bisa berubah," ujarnya.

Sementara itu, Supervisor Fresh Daging dan Buah Yogya Purwakarta, Dini Gustiani mengatakan permintaan daging biasanya meningkat tajam menjelang Ramadan dan Lebaran.

Dalam kondisi normal, penjualan daging di supermarket tersebut berkisar antara 100 hingga 200 kilogram per bulan. Namun saat mendekati Ramadan, permintaan bisa melonjak hingga sekitar 500 kilogram.

"Menjelang Ramadan dan Lebaran bisa naik sampai sekitar 500 kilogram. Lumayan meningkat," kata Dini.

Ia menjelaskan sebagian besar daging sapi yang dijual berasal dari impor, khususnya dari Selandia Baru, sementara untuk daging lokal dipasok dari wilayah Bandung.

Baca juga: Pertengahan Bulan Puasa, Harga Daging Sapi Lokal di Pasar Rebo Purwakarta Tembus Rp140 Ribu/Kg

Menurutnya, daging impor cenderung lebih diminati karena harga lebih efisien dibandingkan daging lokal.

Untuk menjaga kualitas, ia menyebutkan, pihaknya menerapkan standar penyimpanan ketat. Produk daging beku disimpan pada suhu sekitar minus 20 derajat Celsius, sementara daging segar lokal disimpan pada suhu dingin antara 2 hingga 4 derajat Celsius dan tidak boleh dibekukan.

"Kalau barang yang sudah dibuka dari vakum biasanya kualitasnya akan menurun. Jadi kalau ada yang sudah terdisplay dan kondisinya kurang baik, kita sortir setiap hari dan dimusnahkan, tidak dijual lagi," ucapnya.

Salah seorang pembeli, Sri, mengaku memilih membeli daging yang sudah diolah atau dikemas karena dinilai lebih praktis dan higienis.

"Saya lebih pilih yang seperti ini karena praktis dan menurut saya lebih steril. Biasanya buat stok juga," ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved