Rabu, 29 April 2026

Linktown Raih Predikat Best Value, Makin Tegaskan Posisi Sebagai Broker Properti Terdepan

Linktown berhasil mencapai Best on Value yakni kontribusi penjualan dengan nilai transaksi terbaik dan konsisten sepanjang periode penilaian.

Istimewa
BEST ON VALUE - Linktown berhasil mencapai Best on Value yakni kontribusi penjualan dengan nilai transaksi terbaik dan konsisten sepanjang periode penilaian. 

TRIBUNJABAR.ID - Linktown berhasil mencapai Best on Value yakni kontribusi penjualan dengan nilai transaksi terbaik dan konsisten sepanjang periode penilaian.

Predikat tersebut mencerminkan kekuatan strategi penjualan, kualitas tim agen, serta efektivitas pendekatan pemasaran yang dijalankan Linktown dalam memasarkan berbagai proyek Summarecon.

Hal itu diungkapkan Swandy Sutanto selaku Co-Founder Linktown. Menurut Swandy, predikat ini berhasil dipertahankan selama dua tahun berturut-turut pada periode 2024–2025.

“Konsistensi tersebut menegaskan posisi Linktown sebagai salah satu broker properti terdepan sekaligus mitra strategis terpercaya bagi Summarecon,” ungkap Swandy dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).

Menurut Swandy Sutanto, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim. 

Penghargaan adalah bukti konsistensi dan komitmen tim Linktown dalam memberikan hasil terbaik bagi developer dan konsumen.

"Dua tahun berturut-turut mempertahankan posisi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bertumbuh dan berinovasi,” ujarnya. 

Baca juga: Lamaran ke Surabaya, Diky Candra dan Keluarga Hanya Naik Kereta Api Tanpa Gunakan Fasilitas Negara

Transformasi Industri Brokerage Tanah Air 

Sementara itu, Abel Kurniajaya, Co-Founder Linktown, mengungkapkan dalam lima tahun terakhir, industri brokerage properti di Indonesia mengalami transformasi signifikan, baik dari sisi perilaku konsumen maupun model bisnis.

Dari sisi preferensi, konsumen kini semakin rasional dan berbasis data.

Mereka melakukan riset mandiri secara online sebelum menghubungi agen. Sensitivitas terhadap harga tetap tinggi, namun kini disertai perhatian pada nilai jangka panjang seperti potensi capital gain, akses infrastruktur, serta reputasi developer.

"Pendekatan konsultatif pun semakin diminati dibandingkan metode hard selling,” ujar Abel Kurniajaya.

Di sisi promosi dan pemasaran, terjadi pergeseran besar dari metode konvensional menuju digital marketing. Optimalisasi media sosial, marketplace properti, performance ads, hingga pemanfaatan database dan CRM menjadi kunci utama. “Event offline tetap relevan, namun kini terintegrasi dengan kampanye digital untuk memperluas jangkauan pasar,” katanya.

Menurut Abel, persaingan antar broker juga semakin ketat dengan hadirnya agen independen dan agency berbasis teknologi.

“Diferensiasi tidak lagi sekadar pada listing, tetapi pada kualitas layanan, kecepatan respons, dan kapabilitas closing,” jelasnya. 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved