Rabu, 8 April 2026

Maruarar Sirait : Pemerintah Genjot Program 350 Rumah Subsidi Melalui KUR Perumahan

Maruarar Sirait mengatakan pemerintah genjot program 350 rumah subsidi melalui KUR perumahan

|
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Siti Fatimah
Nazmi Abdurahman
MARUARAR SIRAIT - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait bersama Rektor Unpar, Tri Basuki saat diwawancarai seusai sosialiasi Program Permodalan UMKM, di Kampus Universitas Katolik Parahyangan, (Unpar) Bandung, Sabtu (20/9/2025). Ia mengatakan mengatakan saat ini Pemerintah tengah menggenjot program 350 ribu kuota rumah subsidi secara nasional. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait memberikan bantuan uang muka rumah subsidi, untuk karyawan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung. 

Hal itu diungkapkan Maruarar Sirait saat Sosialiasi Program Permodalan UMKM, di Kampus Universitas Katolik Parahyangan, (Unpar) Bandung, Sabtu (20/9/2025). 

"Saya memberikan uang muka kepada 100 karyawan, ada satpam dan lainnya karena saya pernah kuliah di sini dan itu pakai uang pribadi saya, untuk uang muka rumah subsidi. Itu uang mukanya," ujar Maruarar Sirait.

Selain itu, Maruarar Sirait mengatakan saat ini Pemerintah tengah menggenjot program 350 ribu kuota rumah subsidi secara nasional.

Baca juga: Perkuat Ekosistem Perumahan, Pemerintah Dorong Kredit Rakyat untuk Rumah Subsidi

Langkah ini, kata dia, merupakan terobosan besar dalam sejarah kebijakan perumahan nasional.

“Ini adalah program luar biasa. Untuk pertama kalinya dalam sejarah ada Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus untuk perumahan. Bayangkan saja, kontraktornya, developernya, hingga toko bangunannya disubsidi,” katanya.

Dalam program ini, Pemerintah memberikan subsidi bunga sebesar 5 persen dan menetapkan bunga kredit hanya 6?gi masyarakat yang mengakses fasilitas ini. 

Program ini pun, kata dia, mencakup kebutuhan rumah produktif seperti homestay atau rumah makan dengan plafon hingga Rp500 juta.

Selain itu, sejumlah biaya perizinan seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang biasanya membebani masyarakat, kini digratiskan.

Maruarar menyebut pentingnya membangun ekosistem perumahan yang kuat dari sisi suplai maupun demand. 

Baca juga: Festival Rumah Subsidi Bandung Raya Hadir Bantu Masyarakat Dapatkan Hunian Idaman

Dari sisi suplai, ekosistem mencakup peran developer, kontraktor, dan toko bangunan.

Sedangkan dari sisi demand, program ini juga mendorong UMKM untuk memanfaatkan rumah subsidi sebagai sarana usaha produktif.

Rektor Unpar, Tri Basuki Joewono mengatakan, kegiatan sosialisasi kredit perumahan bagi UMKM berdampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, tak termasuk Unpar.

"Bagi Unpar, kegiatan ini merupakan bentuk keterlibatan nyata Unpar dan dukungan kepada alumni dan mitra yang berupaya menghadirkan solusi atas persoalan nyata di masyarakat," ujar Tri Basuki.

Tri juga berterima kasih atas bantuan yang diberikan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman kepada pegawai Unpar dan rekan-rekan pelaku UMKM binaan Unpar yang selama ini tumbuh dan berkembang bersama dengan Unpar.

Baca juga: Rumah Subsidi Ukuran 18 meter Batal, Maruarar Sirait Sebut Harus Sesuai Harapan Rakyat

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved