Rabu, 13 Mei 2026

Dibahas dalam Rapim di Bandung, Mengapa Kodiklatad Usulkan Prodi AI dan Siber di Poltekad?

Kodiklat AD usulkan pembentukan Program Studi Artificial Intelligence (AI) dan Siber di Politeknik Angkatan Darat (Poltekad).

Tayang:
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
RAPIM - Komandan Kodiklat AD, Letjen TNI Mohamad Hasan, diwawancarai seusai Rapat Pimpinan (Rapim) Kodiklatad Tahun 2026 di Kodiklat AD di Jalan Aceh, Kota Bandung, Rabu (4/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (Kodiklat AD) mengusulkan pembentukan Program Studi Artificial Intelligence (AI) dan Siber di Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) sebagai langkah menghadapi ancaman perang modern dan kognitif
  • Usulan tersebut disampaikan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Kodiklatad Tahun 2026 di Aula Mohammad Hatta, Kodiklat AD, Kota Bandung
  • Penguatan aspek teknologi dan digital menjadi bagian penting dalam transformasi pendidikan militer

TRIBUNJABAR.ID, BADUNG - Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (Kodiklat AD) mengusulkan pembentukan Program Studi Artificial Intelligence (AI) dan Siber di Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) sebagai langkah menghadapi ancaman perang modern dan kognitif.

Usulan tersebut disampaikan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Kodiklatad Tahun 2026 di Aula Mohammad Hatta, Kodiklat AD, Jalan Aceh, Kota Bandung, Rabu (4/3/2026).

Komandan Kodiklat AD, Letjen TNI Mohamad Hasan, mengatakan penguatan aspek teknologi dan digital menjadi bagian penting dalam transformasi pendidikan militer.

“Di Poltekad kami sedang mengusulkan pembuatan prodi Artificial Intelligence dan Siber. Ini terkait dengan bagaimana kita mempelajari dinamika algoritma yang saat ini menjadi fenomena di dunia digital,” ujar Mohamad Hasan.

Menurutnya, pengembangan prodi tersebut sejalan dengan kebutuhan TNI AD dalam menghadapi spektrum ancaman baru, termasuk perang kognitif yang menyasar ruang informasi dan persepsi publik.

Baca juga: Daftar Ruas Tol dan Non-Tol yang Batasi Operasional Truk Berat di Jabar Pada 13-29 Maret

Dalam Rapim tersebut, Kodiklatad juga menghadirkan dua narasumber untuk memperkaya perspektif peserta, yakni Hasan Hasbi yang mengulas ancaman perang kognitif dan Letjen TNI (Purn) Nugroho

Widyotomo yang memaparkan dinamika perang modern.

Forum Rapim ini pun, kata dia, menjadi momentum menyelaraskan program kerja 2026 sekaligus memperbarui doktrin pertempuran TNI AD agar adaptif terhadap perkembangan global.

“Kodiklat sebagai pengampu doktrin dan pertempuran mencoba meng-upgrade doktrin menjadi lebih baik. Kami mengadopsi studi kasus dunia dan menyesuaikannya dengan karakter serta doktrin kita,” katanya.

Pembaruan doktrin termasuk penyesuaian terhadap Doktrin Kartika Eka Paksi agar TNI AD mampu mengantisipasi pola konflik masa depan yang semakin kompleks dan berbasis teknologi.

Selain isu AI dan siber, Rapim juga membahas rencana kerja direktorat dan satuan pendidikan di lingkungan Kodiklatad sebagai bagian dari penguatan sistem pendidikan dan latihan prajurit.

Kodiklatad menilai integrasi teknologi, pembaruan doktrin, dan penguatan sumber daya manusia menjadi kunci menghadapi tantangan pertahanan di era digital. 

"Tentunya doktrin tetap kita perbarui secara berkala, saat ini doktrin Kartika Eka Paksi sudah kita revisi dan sudah menyesuaikan dengan perkembangan situasi yang terjadi di dunia saat ini,” ucapnya.  (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved