Pusat Studi Sunda dan Aryadhara Foundation Kolaborasi Kembangkan Gapura Project
Pusat Studi Sunda bersama Aryadhara Foundation Limited sepakat berkolaborasi dalam pengembangan Gapura Project.
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Kemal Setia Permana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pusat Studi Sunda (PSS) bersama Aryadhara Foundation Limited menandatangani master service agreement untuk berkolaborasi dalam pengembangan Gapura Project (inisiatif pionir pelestarian budaya) yang memanfaatkan teknologi Web3, tokensiasi NFT RWA-ESG, dan pendanaan budaya berbasis komunitas.
Dalam kolabirasi ini, edua pihak ini saling membagi tugas. Aryadhara Foundation mengembangkan dan mengoperasikan Aryadhara Tokenization platform, menerapkan sistem smart contract, menjamin transparansi royalti dan alokasi dana secara on chain.
Sementara PSS berfokus pada pengkajian budaya, melakukan kurasi konten, tema, lisensi, hingga mengelola keterlibatan komunitas di seluruh aset budaya yang tercakup dalam proyek itu.
Tokenisasi NFT RWA-ESG disepakati menjadi mekanisme pendanaan utama guna mendukung keberlanjutan jangka panjang misi kebudayaan digital Gapura. Model pendanaan itu disinyalir akan menandai pergeseran secara signifikan pada lanskap pendanaan kebudayaan di tanah air.
Kesepakatan ini dihadiri Ketua PSS, Burhanuddin Abdullah dan CEO Aryadhara Foundation, Kenneth. Burhanuddin menyampaikan bahwa gapura project merepresentasikan babak baru pelestarian budaya Sunda, di mana komunitas, tradisi, dan teknologi bergerak serentak.
• Persib Dikabarkan Sedang Nego Maarten Paes di Qatar, Segera Wilujeng Sumping?
Sementara Kenneth menerangkan kolaborasi yang terjalin itu menandai lahirnya arsitektur pendanaan kebudayaan baru di Asia Tenggara dengan menggabungkan warisan budaya Sunda dan tokenisasi Web3 yang selaras dengan prinsip ESG.
"Kami membuktikan pelestarian budaya bisa berkembang menjadi ekosistem digital berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi komunitas, kreator, dan institusi kebudayaan," kata Kenneth dalam keterangannya, Kamis (18/12/2025).
Dalam jalinan kolaborasi mereka, diumumkannya Kaganga cultural NFT art series dengan empat fase kurasi yang dikembangkan PSS, yakni menyimbolkan aksara Sunda, filsafat Sunda, ekspresi budaya berbasis AR/3D, dan tema warisan lintas budaya.
"Seluruh hasil penjualan dan donasi NFT nantinya disalurkan secara transparan untuk mendukung kebutuhan operasional gapura, dengan pembagian royalti berbasis smart contract ke PSS, operator platform, Aryadhara Foundation, dan community governed DAO untuk hibah kebudayaan," ujar Kenneth.
Dia berharap kolaborasi ini menjadi salahsatu inisiatif pertama di tanah air dan Asia Tenggara yang menerapkan tokenisasi NFT RWA–ESG untuk regenerasi kebudayaan, sekaligus menetapkan tolak ukur bagi ekosistem warisan digital budaya yang berkelanjutan.
Peluncuran secara publik fase pertama Kaganga NFT art series akan dilakukan dalam beberapa bulan mendatang melalui Aryadhara.com. Hari yang sama, PSS bersama pusat budaya Sunda Unpad menyerahkan MoU ke Universiteit Bibliotheeik Leiden (UBL) melalui KITLV-Jakarta. Penandatanganan dan penyerahan draf MoU dilakukan oleh Burhanuddin Abdullah (Ketua PSS), Teddi Muhtadin (Sekretaris PBS Unpad), dan Marrik Bellen (Direktur KITLV-Jakarta), yang akan menyampaikan draf tersebut kepada UBL guna ditinjau dan diproses lebih lanjut, sebagai bagian dari kerjasama antara ketiga pihak.
Baca juga: Mulai 2026 ITB Buka Jalur Seleksi Siswa Unggul Jalur Mandiri, Tes Dibagi Dua Skema
Penandatanganan dan penyerahan draf MoU ini bagian dari program PSS dan PBS Unpad untuk mendigitasi naskah/manuskrip, surat kabar, majalah, jurnal, dan buku lawas (terbitan sebelum tahun 1945) koleksi UBL. UBL pun menyambut baik inisiatif tersebut dan memandangnya sebagai peluang penting untuk memperluas akses penelitian, memperkuat relasi budaya, dan mempererat hubungan diplomatik antara Indonesia-Belanda.
Selain untuk pelestarian khazanah literatur kebudayaan Sunda, kerjasama tersebut diharapkan juga dapat membuka ruang baru dalam bidang pendidikan, riset, pengelolaan perpustakaan, dan publikasi. Tidak hanya digitasi, rencana kegiatan pendukung, seperti seminar, pameran, dan pelatihan pun menjadi salah satu agenda kerjasama lanjutan agar masyarakat luas dapat merasakan manfaatnya.
"Kegiatan ini menandai babak baru model preservasi warisan budaya Sunda, langkah awal kerjasama lintas negara, serta penegasan komitmen bersama antara PSS, PBS Unpad, UBL, dan Aryadhara, atas upaya pelestarian, pengembagan, serta pemanfaaatan khazanah budaya Sunda dan warisan intelektual Nusantara untuk khalayak luas," kata Burhanuddin.(*)
| Pusat Studi Sunda dan Yayasan Aryadhara Kolaborasi untuk Lestraikan Budaya Sunda Berbasis Teknologi |
|
|---|
| Agus Pakpahan Jadi Rektor Ikopin University Gantikan Burhanuddin Abdullah |
|
|---|
| Penguasaan Ekonomi Timpang, Rektor Ikopin University Sebut Koperasi Bisa Menjadi Solusi |
|
|---|
| Harus Ikuti Kemajuan Zaman, Dekopinwil Jabar Dorong Generasi Milenial Bantu Kembangkan Koperasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Burhanuddin-Abdullah-kanan-dan-CEO-Aryadhara-Foundation-Limited-Kenneth.jpg)