Kasus Siswa SMK Diduga Dianiaya Polisi di Kota Serang, Nasib Korban Sampai Kritis Tak Sadarkan Diri

Kasus seorang siswa SMK di Kota Serang diduga dianiaya polisi Polda Banten tengah jadi sorotan publik, korban disebut kritis tak sadarkan diri.

Editor: Hilda Rubiah
Tribunnews.com
SISWA DIANIAYA POLISI: Ilustrasi kecelakaan -  Violent Agara Castillo (16) siswa SMK di Kota Serang diduga dianiaya polisi Polda Banten tengah jadi sorotan publik, korban disebut kritis tak sadarkan diri. 

Usai dari bengkel, lanjut Benny, Violent pulang bersama dua temannya menggunakan dua motor.

Menurut keterangan dua teman Violent, di perjalanan mereka sempat berpapasan dengan beberapa polisi yang sedang berpatroli.

Awalnya, polisi membiarkan mereka melintas.

Namun saat hendak putar arah, seorang petugas diduga mengadang dan memukul Violent menggunakan helm hingga terjatuh dari motor serta mengalami luka parah di kepala.

“Dua teman anak saya yang melihat itu kemudian panik dan pulang ke rumah. Mereka bilang, ‘Pak, anaknya dipukulin polisi.’ Saya sempat tidak percaya, karena saya pikir tidak mungkin polisi sembarangan memukul,” ujar Benny.

Di lokasi kejadian, Violent sudah dalam keadaan tidak sadar.

Ia kemudian dibawa ke IGD RSUD Banten dengan bantuan temannya dan sejumlah polisi.

Sekitar pukul 02.40 WIB, Benny tiba di rumah sakit dan mendapati banyak polisi yang mengantar anaknya.

Namun, beberapa polisi di lokasi mengatakan kepada Benny bahwa Violent mengalami kecelakaan lalu lintas. Mereka membantah adanya pemukulan dan mengaku hanya membantu membawa korban ke rumah sakit.

“Kawan-kawan Violent coba membantah. Mereka bilang (ke polisi) ‘Bapak kan ada di lokasi, lihat sendiri dia dipukul sampai jatuh dan pingsan.’ Logika saya, anak-anak seusia itu tidak mungkin berani berbohong menghadapi banyak polisi berseragam,” tutur Benny.

Menurut Benny, salah seorang polisi bahkan mengakui bahwa Violent tidak melaju dengan kecepatan tinggi saat mengendarai motor.

Ia meminta agar anggota yang diduga melakukan pemukulan dihadirkan, namun pihak kepolisian tetap membantah adanya tindak kekerasan.

“Kalau anak saya salah, ya ditegur. Kalau perlu dihukum push up pun saya dukung. Tapi ini anak saya cuma dua motor, jalan pelan, malah diperlakukan seperti itu. Itu yang saya sayangkan dari pihak kepolisian,” ucapnya.

Benny menegaskan, kondisi anaknya kini kritis, masih koma, dengan luka berat di kepala.

“Saya hanya minta tanggung jawab. Kawan-kawannya jelas lihat dia dipukul. Kok malah disebut kecelakaan? Saya awalnya cuma ingin tahu siapa pelakunya dan kenapa dilakukan seperti itu,” ujarnya.

Baca juga: TAMPANG Polisi Sadis Alvian yang Habisi Putri dengan Cara Dibakar di Kamar Kos, Tangannya Diborgol

Halaman
123
Sumber: Tribun banten
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved