Selasa, 2 Juni 2026

Kemenkop Gandeng Unpad, Fondasi Koperasi Merah Putih Diperkuat dari Kampus

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, mengatakan kerja sama ini dirancang untuk menjawab tantangan pengembangan koperasi ke depan.

Tayang:
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
Menteri Koperasi, Ferry Julianto bersama Rektor Unpad, Arief Kartasasmita menandatangani nota kesepahaman (MoU) di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, sebagai upaya membangun koperasi yang modern, adaptif, dan berkelanjutan, di Kampus Unpad Dipatiukur, Bandung, Kamis (5/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Kementerian Koperasi menggandeng Universitas Padjadjaran untuk memperkuat pelaksanaan program Nasional Koperasi Merah Putih melalui kolaborasi pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat. 
  • Jawa Barat dipilih sebagai wilayah strategis sekaligus proyek percontohan pengembangan SDM, teknologi, dan model bisnis koperasi. 
  • Sinergi ini diharapkan mampu mentransformasi koperasi menjadi lembaga ekonomi modern yang tetap berakar pada nilai gotong royong dan relevan bagi generasi muda.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kementerian Koperasi menggandeng Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk memperkuat fondasi dalam menyukseskan program Nasional Koperasi Merah Putih

Kolaborasi strategis ini akan dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, sebagai upaya membangun koperasi yang modern, adaptif, dan berkelanjutan.

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, mengatakan kerja sama ini dirancang untuk menjawab tantangan pengembangan koperasi ke depan, mulai dari penguatan sumber daya manusia, pemanfaatan riset akademik, hingga pengembangan model bisnis yang relevan dengan kebutuhan generasi milenial dan generasi Z. 

Dikatakan Ferry, pendekatan berbasis akademis menjadi kunci agar koperasi tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh mengikuti dinamika ekonomi.

Melalui kolaborasi ini, kata dia, Unpad akan berperan dalam penyiapan pelatihan SDM koperasi, penguatan sektor-sektor terapan seperti pertanian, peternakan, dan perikanan, termasuk pengembangan teknologi pascapanen serta model bisnis Koperasi Merah Putih

“Hasil-hasil riset yang selama ini berkembang di lingkungan akademik, akan dioptimalkan agar memiliki fungsi langsung dan berdampak nyata bagi koperasi,” ujar Ferry di Kampus Unpad Dipatiukur, Bandung, Kamis (5/2/2026).

Menurutnya, Jawa Barat menjadi wilayah strategis dalam implementasi kerja sama ini karena dari 28 ribu koperasi se-Indonesia sebagian besarnya ada di Jawa Barat, sehingga menjadi proyek percontohan untuk menguji efektivitas pengembangan SDM, penerapan teknologi, serta inovasi model bisnis koperasi hasil kolaborasi Kemenkop dan Unpad.

Transformasi koperasi juga, kata dia, tidak boleh meninggalkan nilai dasar gotong royong. Koperasi Merah Putih diarahkan tetap berorientasi pada keuntungan, namun sekaligus menguatkan perannya sebagai sokoguru perekonomian nasional yang berpihak pada ekonomi rakyat.

“Upaya inovasi ini difokuskan pada perubahan citra koperasi agar lebih ramah bagi generasi muda. Mahasiswa dan alumni Unpad akan dilibatkan secara aktif untuk mendekatkan koperasi dengan generasi milenial dan generasi Z, sekaligus mendorong lahirnya ide-ide baru yang berbasis teknologi dan kreativitas,” katanya. 

Selain itu, Kementerian Koperasi berencana menggelar berbagai kegiatan di Jawa Barat untuk menghubungkan koperasi dengan pelaku UMKM dan jenama lokal. Produk-produk UMKM yang telah melalui proses pembinaan dan kurasi diharapkan dapat naik kelas dan dipasarkan melalui jaringan Koperasi Merah Putih.

Rektor Unpad, Arief Kartasasmita memastikan kolaborasi tersebut berjalan konkret dan terukur. Terdapat tiga pilar utama dalam sinergi Unpad bersama Kemenkop. Pertama, riset dan pengembangannya.

“Model yang sudah dikembangkan kami akan lakukan penguatan di sisi keilmuan, manajemen, ekonomi bisnis dan sebagainya," ujar Arief.

Kedua, model bisnis baru untuk generasi Z dan milenial dan pelatihan untuk manajer koperasi untuk membantu mengembangkan kapasitas sumber daya manusianya. 

Terkait model bisnis baru, Arief menilai generasi Z dan milenial memiliki pola serta karakter berbeda, sehingga membutuhkan pendekatan yang lebih adaptif dan berbasis teknologi.

"Iya bagaimana generasi Z ini polanya berbeda, misal di pariwisata dengan menggunakan teknologi informasi untuk membuat bisnis baru di perkotaan," ujarnya.

Kolaborasi ini diharapkan mampu mentransformasi koperasi menjadi lembaga ekonomi modern yang menarik bagi generasi muda.

"Ini juga salah satu yang bisa dikembangkan disamping cara-cara bagaimana bisa melakukan proses pengayaan pertanian di masyarakat yang selama ini belum berkembang, bisa dikembangkan dengan model baru," ucapnya. 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved