Senin, 1 Juni 2026

SNBT 2026

Lulusan Cepat Kerja, Program Sarjana Terapan Unpad Masih Jadi Rebutan di SNBT 2026

Berdasarkan data SNBT 2026, tingkat keketatan masuk program Sarjana Terapan di SV Unpad berada pada rentang 0,84 hingga 4,16 persen.

Tayang:
Istimewa
BERBICARA - Dekan SV Unpad, Dr. Kurniawan Saefullah, S.E., M.Ec., 

Ringkasan Berita:
  • Program Sarjana Terapan Sekolah Vokasi Unpad jadi favorit SNBT 2026 dengan tingkat keketatan 0,84–4,16 persen.
  • Kurikulum dominan praktikum, magang, teaching factory, dan project based learning untuk kesiapan DUDIKA.
  • Tracer study: lulusan Kearsipan Digital terserap kerja 100?lam 6 bulan, Manajemen Produksi Media 93 % .
  • SV Unpad kembangkan prodi baru seperti AI, Cyber Security, dan industri kesehatan; magang diperluas ke luar negeri.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Program studi Sarjana Terapan di bawah naungan Sekolah Vokasi (SV) Universitas Padjadjaran (Unpad) masih menjadi pilihan favorit peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). 

Berdasarkan data SNBT 2026, tingkat keketatan masuk program Sarjana Terapan di SV Unpad berada pada rentang 0,84 hingga 4,16 persen. Artinya, dari setiap 100 pendaftar, hanya sekitar satu hingga lima orang yang berhasil diterima.

Dekan SV Unpad, Dr. Kurniawan Saefullah, S.E., M.Ec., menilai calon mahasiswa dan orang tua kini semakin realistis dalam menentukan pilihan program studi. Selain itu, mereka juga semakin memahami peran pendidikan vokasi dalam mempersiapkan lulusan yang siap memasuki dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA).

Baca juga: Unpad Terima 3.196 Calon Mahasiswa Baru Jalur SNBT 2026, Pendaftar Tembus 80 Ribu

“Komposisi kurikulum Sekolah Vokasi didominasi praktikum, laboratorium, teaching factory, magang, serta project based learning. Calon mahasiswa sekarang jauh lebih peduli dan teliti saat mendaftar. Mereka umumnya melakukan riset mandiri sebelum mengambil pilihan,” ujar Dr. Kurniawan, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, tingginya tingkat keketatan tersebut juga dapat dipengaruhi oleh akumulasi jumlah pendaftar yang memilih program studi pada pilihan pertama hingga keempat dalam SNBT. Di sisi lain, daya tampung yang tersedia masih terbatas.

“Secara umum, daya tampung mahasiswa baik untuk program Sarjana maupun Sarjana Terapan dibatasi dan mengikuti ketentuan yang ditetapkan Kemdiktisaintek. Namun demikian, untuk beberapa program studi yang rasio dosen dan mahasiswanya masih memungkinkan, sedang dipertimbangkan penambahan daya tampung pada masa mendatang,” jelasnya.

SV Unpad juga terus mengkaji pengembangan program studi baru yang sesuai dengan kebutuhan industri. Beberapa bidang yang tengah dipertimbangkan antara lain Artificial Intelligence (AI), Cyber Security, industri kesehatan, serta program studi lain yang memiliki potensi employability tinggi di masa depan.

Terkait keterserapan lulusan, Dr. Kurniawan menjelaskan bahwa SV Unpad merupakan hasil spin-off program Sarjana Terapan dari delapan fakultas di lingkungan Unpad. Karena itu, meskipun SV Unpad belum memiliki alumni sendiri, data lulusan program Sarjana Terapan sebelumnya dapat menjadi gambaran capaian lulusannya.

Sebagai contoh, berdasarkan tracer study, lulusan Program Studi Kearsipan Digital periode 2022–2024 tercatat memiliki tingkat keterserapan kerja 100 persen dalam waktu maksimal enam bulan setelah lulus. Sementara itu, lulusan Program Studi Manajemen Produksi Media memiliki tingkat keterserapan sebesar 93 persen dalam periode yang sama.

“Sebagai contoh, dari isian tracer study alumni Kearsipan Digital yang lulus antara 2022-2024, 100 persen telah terserap di dunia kerja paling lama enam bulan setelah lulus. Untuk Prodi Manajemen Produksi Media, keterserapannya mencapai 93 persen dalam enam bulan setelah lulus,” ujar Dr. Kurniawan.

Baca juga: UKT Dibagi 8 Kelompok, Unpad dan UPI Pastikan Penentuan dari Penghasilan dan Tanggungan Keluarga

Ia juga menyebut mahasiswa Program Studi Bahasa dan Budaya Tiongkok kerap mendapat tawaran kerja sejak menjalani program magang.

“Mahasiswa Prodi Bahasa dan Budaya Tiongkok sudah diminta oleh calon pengguna sejak mereka magang. Jadi dapat dikatakan, 100 % mahasiswanya berpotensi diserap dunia kerja segera setelah lulus kuliah,” katanya.

Meski demikian, Dr. Kurniawan menegaskan bahwa angka tersebut merupakan rata-rata capaian lulusan dan tidak berarti seluruh lulusan langsung terserap ke dunia kerja.

“Namun perlu digarisbawahi, data keterserapan tersebut didasarkan pada rata-rata lulusan sehingga tidak berarti tidak ada lulusan yang belum atau tidak terserap,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved