Demo di Berbagai Daerah, di Mana Ahmad Sahroni, Nafa Urbach, dan Anggota DPR Kontroversial Lainnya?

Demo sebelumnya dipicu pernyataan kontroversial sejumlah anggota DPRI RI, namun kini anggota DPR RI tak terlihat saat demo besar-besaran

ist/tribunnews
Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni - Kericuhan meletus di berbagai tempat di Indonesia buntut demo tersebut, di mana para anggota DPR RI yang menyampaikan pernyataan kontroversial tersebut? 

Joget-joget itu terjadi ketika Sidang Tahunan MPR pada Jumat (16/8/2025).

Dalam video yang beredar, Eko Patrio dan Uya Kuya tampak tertawa lepas dan berjoget kecil di kursi masing-masing.

Di tengah aksi demonstrasi di tanah air, Eko dan istrinya diisukan tengah berada di Guangzhou, Tiongkok.

Di X, beredar foto diduga Eko berada di sebuah pusat perbelanjaan. Sosok itu terlihat mengenakan kemeja kuning yang dipadukan celana hitam.

"Indonesians are protesting while a parliamentary member flees the country—spotted shopping for fake goods in Guangzhou. (Rakyat Indonesia sedang demo, sedangkan anggota dewannya pergi ke luar negeri - terlihat belanja barang palsu di Guangzhou)" cuit @senjatanuklir, Jumat (29/8/2025).

Meski demikian, di hari yang sama ia diisukan berada di Guangzhou, Eko mengunggah ucapan duka cita atas tewasnya Affan Kurniawan di Instagramnya, @ekopatriosuper.

"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Turut berduka cita yang sedalam-sedalamnya atas wafatnya almarhum Affan Kurniawan, semoga Allah lapangkan kuburnya, dan keluarga yang ditinggalkannya diberikan ketabahan aamiin #usutsecaratuntas," tulis dia.

Senada dengan rekan separtainya, Uya Kuya juga mengunggah ucapan duka cita terhadap Affan.

Ia juga mengunggah video klarifikasinya mengenai dirinya berjoget di Sidang Tahunan MPR.

Uya menyebut aksi joget anggota DPR terjadi ketika Sidang Tahunan MPR sudah ditutup.

Ia juga mengaku, aksi joget dirinya bersama rekan-rekan karena untuk mengharga pemain musik dari Universitas Pertahanan (Unhan).

"Saat mereka membawakan lagu Maumere, kita atau saya ini, dan beberapa teman yang lain bergoyang. Murni hanya untuk menghargai dan mengapresiasi pemain musik. Pada saat itu acara (sidang tahunan) sudah ditutup," jelas dia di Instagram Story.

Baca juga: Viral Jadwal Kunker Komisi XI DPR ke Australia di Tengah Demo Besar, Ada Nonton Marathon dan Wisata

5. Puan Maharani

Ketua DPR RI, Puan Maharani, melalui surat pernyataannya yang diunggah akun Instagram @dpr_ri, Jumat (29/8/2025), menyatakan ikut berduka cita atas wafatnya Affan Kurniawan.

Ia mendesak kematian Affan agar diusut tuntas. Selain itu, Puan menyebut DPR terus menegaskan komitmen nya untuk mendengar aspirasi rakyat.

"Atas nama seluruh anggota dan pimpinan DPR RI, Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan doa agar almarhum diterima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan."

"DPR RI meminta agar Kapolri dan jajaran terkait mengusut tuntas dan transparan kejadian ini. DPR RI juga menegaskan komitmen untuk membuka ruang komunikasi yang sehat, mendengar aspirasi rakyat, dan mencegah tragedi serupa terjadi lagi," urai Puan.

Janji Buka Ruang Aspirasi Selebar-lebarnya

Ketika kembali terpilih menjadi Ketua DPR RI periode 2024-2029 pada 1 Oktober 2024, Puan Maharani berjanji akan membuka ruang aspirasi bagi rakyat.

"DPR akan membuka ruang pintu aspirasi rakyat selebar-lebarnya dan menampung aspirasi rakyat itu untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme yang ada di DPR," kata dia, dilansir Kompas.com.

Janji itupun ditagih massa ketika aksi demonstrasi berlangsung pada Senin (25/8/2025).

Massa mendesak agar pintu DPR dibuka untuk pendemo. Mereka juga meminta wakil rakyat bertemu massa untuk mendengar tuntutan yang disampaikan.

Baca juga: Jadi Anggota DPR RI, Melly Goeslaw Minta Maaf Prihatin Tragedi Affan, Sadar Insitusinya Dibenci

"Harapan kami perwakilan dari DPR hadir menemui massa aksi karena kemarin statement daripada Bu Puan Maharani, mengatakan silahkan datang ke gedung DPR pintu terbuka lebar untuk menyampaikan kritik dan saran."

"Maka hari ini kita yakin kan kita datang di sini dibuka (Gedung DPR). Namun kita lihat bersama-sama kita dibenturkan dengan pihak kepolisian seperti itu," tutur mahasiswa dari Universitas Indraprasta PGRI (Unindra), Senin.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved