Senin, 15 Juni 2026

Demo Mahasiswa di Jabar

Ribuan Mahasiswa Duduki DPRD Jabar, Demonstrasi Tolak Program MBG dan Pemborosan Anggaran

Massa aksi mahasiswa di Kota Bandung geruduk Gedung DPRD Jabar. Mereka tuntut program MBG distop hingga tolak kembalinya dwifungsi TNI-Polri

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Nappisah | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Nappisah
DEMO MAHASISWA - Aksi demonstrasi yang digelar di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, Senin (15/6/2026).Mereka menuntut penghentian program MBG hingga menolak kembalinya dwifungsi TNI-Polri. 

Dalam demonstrasi itu, mahasiswa membawa sejumlah tuntutan.

Poin pertama yang disuarakan adalah penghentian pemborosan anggaran negara. 

Dikatakannya, poin kedua, pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap sejumlah program dan kegiatan yang dianggap tidak mendesak di tengah berbagai persoalan ekonomi yang dihadapi masyarakat.

Tuntutan tersebut mencakup penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Daerah Merah Putih (KDMP), penghentian proyek-proyek yang dinilai tidak menjadi prioritas, serta pembatasan kunjungan luar negeri pejabat negara.

Abdurrahman menilai kunjungan luar negeri yang dilakukan pemerintah saat ini terlalu sering dilakukan dibandingkan pemerintahan sebelumnya. 

Menurutnya, pemerintah seharusnya lebih fokus menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di dalam negeri.

Selain persoalan anggaran, pihaknya juga menyoroti situasi politik dan demokrasi yang dinilai mengalami kemunduran dan kembalinya praktik dwifungsi aparat keamanan seperti yang pernah terjadi pada era Orde Baru.

Dalam tuntutannya, dia menyinggung pengesahan revisi Undang-Undang TNI pada tahun lalu serta regulasi terkait kepolisian yang dinilai memperluas ruang keterlibatan aparat dalam urusan sipil.

"Apa yang dilihatkan dan juga dipersembahkan bahwa Neo Orba ataupun Orde Baru jilid 2 akan segera hadir. Karena dwifungsi TNI dan Polri sudah terjadi." 

"RUU TNI yang disahkan pada Maret tahun lalu, RUU Polri baru saja disahkan. Itu bukan kesepakatan masyarakat Indonesia yang seharusnya sudah diwakilkan oleh dewan perwakilan rakyat. Di Indonesia ini kita mengalami the next of actor atau yang matinya kebakaran," jelasnya. 

Ia menilai berbagai kebijakan tersebut tidak lahir dari aspirasi masyarakat meski secara formal dibahas oleh lembaga legislatif yang menjadi representasi rakyat.

Menurut Abdurrahman, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas dan kompetensi tidak lagi menjadi pertimbangan utama dalam pengelolaan negara.

"Kompetensi tidak diperlukan. Kualitas tidak diperlukan. Yang diperlukan adalah loyalitas," ujarnya. (*) 

Baca juga: Demonstrasi Mahasiswa di Purwakarta, Pertigaan Ciganea Diblokade, Arus Kendaraan dari Tol Tersendat

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved