Mengintip Dapur Lapas Banceuy, Mencicipi Nasi Cadong Menu Harian Warga Binaan
Tribun Jabar meninjau dapur Lapas Kelas IIA Banceuy Bandung dan mencicipi menu sarapan warga binaan yang dikenal sebagai "Nasi Cadong".
Penulis: Daniel Andreand Damanik | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Ringkasan Berita:
- Tribun Jabar meninjau dapur Lapas Kelas IIA Banceuy Bandung dan mencicipi menu sarapan warga binaan yang dikenal sebagai "Nasi Cadong".
- Menu tersebut berisi nasi kuning, telur rebus, terong balado, dan bubur kacang hijau yang dimasak sejak pagi hari.
- Proses memasak hingga pengemasan dilakukan sekitar 10 warga binaan dengan perlengkapan kerja yang lengkap.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tribun Jabar berkesempatan meninjau langsung dapur Lapas Kelas IIA Banceuy.
Kesempatan mencicipi makanan yang setiap hari disantap warga binaan membuka gambaran tentang proses penyediaan konsumsi di Lapas Kelas IIA Banceuy, Kota Bandung.
Sejak pukul 05.00 WIB setiap pagi, sejumlah warga binaan yang bertugas di dapur mulai menyiapkan sarapan untuk seluruh penghuni lapas dengan pengawasan petugas.
Kepala Lapas Kelas IIA Banceuy, Eris Ramdani, turut mendampingi kunjungan tersebut sambil memperlihatkan kondisi area pengolahan makanan yang digunakan setiap hari.
Saat berada di dapur, Eris menunjukkan sebuah wadah makanan plastik berwarna gelap yang memiliki enam sekat. Paket makanan tersebut lebih dikenal masyarakat dengan sebutan "Nasi Cadong".
Menu sarapan yang disiapkan untuk warga binaan saat itu berisi nasi kuning, satu butir telur rebus yang masih bercangkang, beberapa potong terong balado, dan bubur kacang hijau.
Eris kemudian memberikan sebuah sendok agar menu sarapan tersebut dapat dicicipi secara langsung.
"Harus dicoba ini. Saya juga ada di ruangan, tiap hari harus dicoba oleh Kalapas," katanya, Selasa (09/06/2026).
Saat diminta mencoba "Nasi Cadong" tersebut, sempat muncul keraguan. Namun setelah Eris memastikan bahwa dirinya juga mengonsumsi makanan yang sama, keraguan itu perlahan menghilang.
Sesendok nasi kuning kemudian masuk ke mulut, disusul sepotong terong balado.
Rasa pedas dari terong balado masih cukup terasa namun tetap nyaman dinikmati. Nasi kuning dan terong balado memang sudah tidak hangat karena dimasak sejak pagi hari.
Ketika makanan dicicipi, waktu menunjukkan sekitar pukul 12.00 WIB. Meski tidak lagi hangat, makanan tersebut masih dapat dinikmati dengan baik. Aroma makanan tetap normal dan rasanya tidak mengalami perubahan.
Setelah mencoba nasi kuning dan terong balado, giliran bubur kacang hijau yang dicicipi menggunakan sendok yang sama.
Rasa manis cukup terasa, sementara aroma daun pandan masih tercium dari sajian tersebut.
Selain sarapan, Eris juga sempat memperlihatkan menu makan siang yang disediakan bagi warga binaan meski tidak sempat dicicipi.
| Wawancara Khusus Kalapas Banceuy Bandung: Lima Penyelundupan Narkoba Digagalkan Sejak Awal 2026 |
|
|---|
| Modus Sembunyikan Sabu dalam Dubur, Seorang Pria Gagal Kelabui Petugas Lapas Banceuy Bandung |
|
|---|
| Kronologi Penemuan Narkoba di Lapas Banceuy Bandung: Dilempar Orang Tak Dikenal ke Branggang |
|
|---|
| Razia Gabungan Lapas Banceuy Bandung: Petugas Sita Gulungan Kabel hingga Ponsel |
|
|---|
| Penyelundupan Sabu ke Lapas Banceuy: Pemuda Simpan 13 Paket Narkoba dalam Dubur Demi Upah Rp1 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Mencicipi-Nasi-Cadong-di-Lapas-Kelas-II-A-Banceuy-Kota-Bandung-Selasa-0962026.jpg)