Senin, 8 Juni 2026

Jabar Bersiap Hadapi Kemarau Panjang dan El Nino, Pemprov Siapkan Langkah Antisipasi

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi potensi musim kemarau panjang 2026 =

Tayang:
tribunjabar/hakim baihaqi
ILUSTRASI MUSIM KEMARAU - sawah mulai mengering di Rancaekek, petani khawatir kesulitan air bersih di musim kemarau 

Pemprov Jabar menegaskan seluruh langkah ini dilakukan untuk memastikan dampak musim kemarau dapat ditekan, terutama pada sektor air bersih, pangan, dan lingkungan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distanhorti) Provinsi Jawa Barat, Dadan Hidayat menambahkan, koordinasi lintas sektor telah dilakukan guna menjamin ketersediaan air pertanian, sebagai upaya menjaga stabilitas produksi padi nasional di tengah ancaman fenomena El Nino yang diprediksi melanda hingga Oktober 2026.

Jawa Barat sendiri memiliki luas baku lahan sawah sekitar 900.772 hektare, sehingga menjaga ketersediaan air pertanian pada musim kemarau menjadi sangat penting. 

Sebagai bentuk kesiapan menghadapi iklim ekstrem, Distanhorti Jabar memaparkan sejumlah infrastruktur yang telah disiagakan sejak 2025 melalui dukungan APBN dan APBD, di antaranya 215 unit irigasi perpompaan (APBN), 23.052 hektare optimasi lahan non rawa (APBN), 1.315 unit bantuan pompa air (APBN), 50 unit irigasi perpompaan tenaga surya (APBD) dan 119 unit bantuan pompa air (APBD). 

Dadan berharap, melalui langkah terkoordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan perangkat desa, ketersediaan air tetap terjaga secara berkelanjutan.

"Sehingga produksi dan produktivitas padi di Provinsi Jawa Barat tetap terpelihara, bahkan meningkat, di tengah tantangan perubahan iklim," ujar Dadan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved