Pembongkaran PKL Cicadas Bandung
Respons Dedi Mulyadi soal Warga Keberatan Lapak PKL Cicadas Bandung Dibongkar
Pria yang akrab disapa KDM ini mengakui bahwa kebijakan penataan ruang publik selalu membawa tantangan tersendiri bagi kenyamanan semua pihak.
Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
"Tetapi, ini adalah pertimbangan ekonomi para pedagang, pertimbangan kemanusiaan. Sehingga, siklus ekonominya harus berjalan sebelum mendapatkan pekerjaan atau jenis usaha lain yang tidak mengganggu fasilitas umum," sambungnya.
Terkait harapan warga mengenai besaran bantuan, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa kapasitas anggaran daerah memiliki keterbatasan dan tidak dapat memenuhi ekspektasi skala besar yang di luar kemampuan finansial.
"Saya menerima atas kemarahannya. Tetapi, kalau saya harus memberi hingga miliar-miliar, enggak mungkin juga," kata Dedi Mulyadi.
"Kemampuan keuangan kita kan enggak mungkin juga buat ngasih miliar-miliar kepada orang," imbuh dia.
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi menekankan bahwa pihaknya akan terus mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk konsisten menjaga ketertiban, kebersihan, dan keindahan lingkungan.
"Karena Bandung milik kita semua, dan semua orang harus nyaman berada, berkunjung, dan tinggal di Bandung," tutupnya.
Wajah Baru Cicadas
Suasana di kawasan Cicadas, Kota Bandung tampak berubah signifikan setelah seluruh kios PKL rampung dibongkar petugas Satpol PP Kota Bandung dan Satpol PP Jabar.
Berdasarkan pantauan Tribun Jabar Rabu (20/5/2026) sore, trotoar yang sebelumnya dipadati kios semi permanen kini terlihat bersih, nyaman, serta lebih tertata dibandingkan sebelumnya.
Baca juga: Momen Dedi Mulyadi Tawari PKL di Cicadas Bandung Jadi Penyapu Jalan: Kota Bersih, Rakyat Dapat Kerja
Dengan kondisi tersebut pandangan dari sepanjang jalan ke deretan pertokoan tidak lagi terhalang kios.
Para pejalan kaki juga kini dapat berjalan di trotoar dengan lebih leluasa tanpa harus turun ke badan jalan.
Selain itu, ruang di sisi jalan juga terlihat lebih lapang dan memberikan kesan lebih rapi dibanding sebelumnya. Sehingga, sejumlah warga yang melintas kawasan itu terlihat memanfaatkan trotoar yang kini lebih nyaman digunakan.
"Tadi subuh sudah dipastikan (pembongkaran) selesai. Tapi itu baru ruas jalan Ahmad Yani. Berikutnya kita akan masuk ke jalan Cikutra," ujar Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan di Balai Kota, Rabu (20/5/2026).
Farhan mengatakan pembongkaran kios PKL di Cicadas tersebut sudah dimulai sejak 1 Mei 2026.
Bahkan, pihaknya sudah berkesepakatan dengan kelompok PKL untuk melakukan pembongkaran secara mandiri.
"Tadi subuh kita selesaikan semuanya. Alhamdulillah dari sejak kemarin-kemarin, dari setiap hari Senin malam, saya secara pribadi memantau terus wilayah tersebut sampai tadi subuh jam setengah 6 sudah selesai," katanya.
Setelah pembongkaran rampung, kata Farhan, nantinya akan dilanjutkan dengan perbaikan drainase oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung karena selama ini drainase du kawasan itu tertutup.
"Kemudian diharapkan tidak ada lagi gangguan drainase di Cicadas. Baru kita akan bicara soal penataan. Kemarin-kemarin kita mesti dialog dulu karena kalau mau menggusur orang tuh harus ngobrol lah," ucap Farhan.
| Kondisi Cicadas Kini Berubah Total Setelah Seluruh Kios PKL Dibongkar, Lebih Bersih dan Nyaman |
|
|---|
| Foto-foto Penampakan Kawasan Cicadas Bandung Malam Ini Usai Semua Kios PKL Resmi Dirobohkan |
|
|---|
| PKL Cicadas Bongkar Kios Mandiri Usai Ditertibkan Satpol PP, Trotoar di Bandung Semakin Bersih |
|
|---|
| Kios PKL Cicadas Bandung Dibongkar demi Jalur BRT, Wali Kota Farhan Janji Carikan Solusi |
|
|---|
| Pembongkaran PKL Cicadas Memanas! Pedagang Hadang Alat Berat, Klaim Kantongi Izin DPRD Tahun 2002 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pembongkaran-pkl-cicadas-pakai-buldozer.jpg)