Harga Daging Sapi Naik
Usai Mogok Dua Hari, Pedagang Daging Sapi Pasar Ciroyom Bandung Kembali Buka Lapak Malam Ini
Setelah menggelar aksi mogok selama dua hari, para pedagang daging sapi di Pasar Ciroyom Kota Bandung kembali membuka lapak.
Ringkasan Berita:
- Kembali Beraktivitas: Para pedagang daging sapi di Pasar Ciroyom, Kota Bandung, kembali membuka kios mereka Selasa (19/5/2026) malam.
- Harga Belum Turun: Aman, salah seorang pedagang setempat, mengonfirmasi keputusan berjualan ini diambil para pedagang meski harga karkas dari Rumah Potong Hewan (RPH) belum turun
- Suasana Pasar Bergeliat: Suara hiruk-pikuk potongan daging dan aduan pisau kembali terdengar di area los basah, berbanding terbalik dengan dua hari lalu saat lorong pasar sepi.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pedagang daging sapi di Pasar Ciroyom, Kota Bandung, kembali membuka lapaknya setelah dua hari mogok berjualan akibat lonjakan harga daging dari rumah potong hewan (RPH).
Menjelang malam, aktivitas pasar kembali ramai.
Aroma khas daging segar tercium dari kejauhan, disusul suara pisau yang beradu dengan talenan di setiap lapak.
Pemandangan ini berbeda dengan dua hari sebelumnya, saat sebagian besar kios tutup dan hanya menyisakan pedagang paru, kikil, serta kaki sapi yang tetap berjualan.
Kembalinya aktivitas jual beli ini dibenarkan pedagang daging sapi Pasar Ciroyom, Aman.
Ia mengatakan para pedagang memutuskan kembali berjualan meski harga daging belum turun.
Kenaikan harga daging sapi terjadi di tengah aksi mogok sejumlah pedagang di beberapa pasar tradisional Kota Bandung.
Mereka memprotes kenaikan harga dari RPH yang mencapai Rp10 ribu per kilogram, sehingga harga jual di pasaran kini menembus Rp150 ribu hingga Rp160 ribu per kilogram.
Di Pasar Ciroyom, harga daging sapi hingga kini masih bertahan di kisaran Rp150 ribu per kilogram.
"Sekarang harganya masih di Rp150 ribu per kilogram. Biasanya buka dari sore sudah ramai. Ini kembali berjualan setelah mogok kemarin," ucapnya, Selasa (19/5/2026).
Aksi mogok selama dua hari juga berdampak langsung terhadap pendapatan pedagang.
Aman mengaku kehilangan pemasukan harian karena lapaknya tutup.
“Kalau normal bisa satu sampai dua ekor. Paling 7 kuintal. Kemarin dua hari jongko kosong, ya enggak ada pemasukan,” ujar Aman.
Dikatakannya, dalam kondisi normal, satu pedagang bisa menjual daging dari satu hingga dua ekor sapi per hari.
Total penjualan bahkan dapat mencapai sekitar 7 kuintal daging.
Meski demikian, dia berharap harga segera stabil. Pasalnya, daya beli setelah idul adha dipastikan menurun. (*)
| Imbas Pedagang Sapi Bandung Mogok, Tukang Bakso Terpaksa Borong Daging Giling di Supermarket |
|
|---|
| Sisi Lain Harga Sapi Meroket di Bandung: Pedagang Kecil Malah Senang karena Perang Harga Terhenti |
|
|---|
| Pemotongan Hewan di RPH Ciroyom Bandung Anjlok dari 50 ke 10 Ekor/Hari Imbas Pedagang Mogok |
|
|---|
| Harga Naik Bikin Pedagang Sapi di Pasar Kosambi Bandung Mogok Jualan, Pengamat: Ada Faktor Spekulasi |
|
|---|
| Pedagang Daging Sapi di Pasar Ciroyom Bandung Tahan Stok demi Kompak Mogok |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-daging-sapi-di-pasar-ciroyom.jpg)