Perjuangan Mang Kiclik 4 Jam Angkut Eceng Gondok dari Saguling KBB Tiap Hari, Kerap Dipatuk Ular
Mang Kiclik mengaku jengah dengan persoalan sampah maupun eceng gondok di perairan Waduk Saguling.
Penulis: Rahmat Kurniawan | Editor: Seli Andina Miranti
Ringkasan Berita:
- Taufik Rahmat Wardani alias Mang Kiclik rutin meluangkan waktu 3–4 jam setiap hari untuk mengangkat eceng gondok di Waduk Saguling.
- Ia mulai aksi sejak 2017 dan konsisten sejak Januari 2025, mampu mengangkat hingga 5–6 kuintal eceng gondok seorang diri.
- Motivasi utamanya karena waduk yang dulu jadi sumber ekonomi warga kini tertutup eceng gondok, menimbulkan dampak seperti hilangnya ikan dan banyaknya nyamuk.
Laporan Reporter Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT – Keterbatasan tenaga dan peralatan tak menghentikan langkah seorang pria untuk turut berkontribusi mengentaskan permasalahan eceng gondok di perairan Waduk Saguling, wilayah Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Setiap hari, pria bernama Taufik Rahmat Wardani meluangkan waktu selama 3 hingga 4 jam untuk mengangkat eceng gondok dari perairan Waduk Saguling.
“Saya setiap hari kerja ngangkut sampah. Biasanya sehari ngangkut eceng ini 3 sampai 4 jam, sengaja nyiapin waktu sore,” kata Taufik saat ditemui, Rabu (13/5/2026).
Baca juga: Eceng Gondok dan Serangan Nyamuk di Saguling Bandung Barat, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Taufik yang akrab disapa Mang Kiclik telah memulai aksi mengangkat eceng gondok sejak tahun 2017. Dengan tekad bulat, langkah konsisten itu mulai dijalankannya secara rutin sejak 27 Januari 2025.
“Mulai sejak 2017, konsistennya terhitung sejak Januari 2025. Saat ini hanya sebatas mengurangi sedikit demi sedikit populasi eceng gondok,” ungkapnya.
Bukan tanpa alasan, Mang Kiclik mengaku jengah dengan persoalan sampah maupun eceng gondok di perairan Waduk Saguling. Daripada hanya menjadi bahan protes dan obrolan, pria yang telah memiliki dua anak itu memilih melakukan aksi nyata.
Ia mengingat betul bagaimana perairan Waduk Saguling dahulu menjadi salah satu sumber perekonomian keluarga maupun warga sekitar karena terdapat banyak ikan yang bisa ditangkap untuk konsumsi pribadi maupun dijual. Namun kini, hal itu tak lagi dapat dilakukan karena eceng gondok telah menutupi hampir seluruh permukaan air waduk di wilayahnya.
“Awalnya karena dampak, adanya keluhan warga, aktivitasnya terhambat karena eceng gondok menutup permukaan waduk. Sekarang ada dampak lagi, jadi banyak nyamuk,” ujarnya.
“Bagi saya, Waduk Saguling adalah salah satu sumber penghidupan banyak orang juga. Dulu bisa menghasilkan nilai ekonomis dari mancing dan menjala ikan, bisa saya jual maupun konsumsi sendiri. Sejak ada eceng gondok jadi tidak ada,” imbuhnya.
Baca juga: Populasi Nyamuk di Cililin Bandung Barat Meledak, Berkelompok Serang Warga, Diduga dari Saguling
Dengan durasi singkat tanpa didukung peralatan memadai, Taufik mampu mengangkat hingga 5 kuintal eceng gondok. Biasanya, eceng gondok yang telah diangkat dibiarkan mengering sebelum kemudian dimanfaatkan warga setempat sebagai pupuk.
“Pernah saya hitung pas saya sendiri, menaikkan dari air ke darat 5 sampai 6 kuintal, itu kalau saya sendiri,” katanya.
Taufik tak memungkiri jika apa yang dilakukannya memiliki risiko cukup tinggi. Tak jarang dirinya menemukan sejumlah hewan berbahaya seperti ular, bahkan pernah dipatuk saat mencoba mengangkat eceng gondok.
“Sebenarnya takut, tapi setidaknya saya sedikit tahu jenis-jenis ular, karakternya, yang berbisa atau tidak, jadi bisa sedikit terkontrol. Dipatuk mah berkali-kali, tapi alhamdulillah tidak terlalu berbisa. Kemarin itu nemu ular kobra juga,” tuturnya.
Berbagai hambatan dan tantangan tak menyurutkan tekad Taufik untuk turut berkontribusi menyelesaikan permasalahan eceng gondok di perairan Waduk Saguling.
| UNWO dan Al-Irsyad Salurkan Bantuan bagi Korban Longsor Cisarua KBB |
|
|---|
| Resah Serangan Nyamuk, Warga Rancapanggung Cililin Tak Berhenti Nyalakan Obat Bakar Siang Malam |
|
|---|
| Horor Jutaan Nyamuk di Cililin KBB: Warga Harus Bakar Obat Nyamuk Siang Malam agar Bisa Tidur |
|
|---|
| Eceng Gondok dan Serangan Nyamuk di Saguling Bandung Barat, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan |
|
|---|
| Ubah Sampah Jadi Energi, Pemkab Indramayu Buka Karpet Merah bagi Investor dan Sektor Swasta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/mengangkat-eceng-gondok-di-Waduk-Saguling-Bandung-Barat.jpg)