Rabu, 13 Mei 2026

Hari Buruh 2026

INI Peran Masing-masing 13 Tersangka Kerusuhan May Day 2026, Tergabung dalam Grup WhatsApp Sama

Polda Jabar resmi sudah menetapkan 13 pelaku kerusuhan dan pembakaran pada peringatan May Day 2026 di Kota Bandung.

Tayang:
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
MAY DAY RICUH - Kericuhan meletus dalam aksi unjuk rasa May Day di Kota Bandung, Jumat (1/5/2026). Polda Jabar resmi sudah menetapkan 13 pelaku kerusuhan dan pembakaran pada peringatan May Day 2026 di Kota Bandung. 

"Keempat, tersangka HI (pengangguran). Dia berperan membeli botol bekas 20 buah seharga Rp 10 ribu, membawa motor Vario putih untuk berkendara, membawa tas carrier milik RR yang berisi molotov 20 botol, di mana 10 botol sudah diisi bensin dan 10 botol kosong. Dia juga membagikan dua molotov ke FA, empat botol ke RN, dan sisanya dibawa D. Dia juga melemparkan molotov ke videotron namun mengenai warung dan pos polisi yang ada di bawah videotron," ujarnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Dedi Mulyadi Pimpin Pembongkaran Puluhan Lapak PKL di Jalan Eyckman

Tersangka kelima ialah RS seorang pelajar. Dia menyimpan satu buah molotov, melempar molotov ke videotron dan pos polisi, serta merusak tenda yang ada di poslantas Cikapayang.

Keenam, tersangka CA (mahasiswa). Dia menyimpan satu molotov, melempar molotov ke videotron dan pos polisi.

"Pelaku ketujuh ialah RR alias MPE. Dia inilah yang perannya sebagai ketua Anarko Selatan Ayaan yang bergerak di daerah Baleendah dan Banjaran. Dia juga yang memberikan uang dalam pembuatan molotov dan logistik helm proyek. Dia juga pemberitahu perihal security culture yang tujuannya agar pelaksana aksi tak bisa dideteksi oleh aparat,"

"RR juga sebagai pemegang akun instagram Selatan Ayaan yang berisikan konten propaganda anarki untuk melawan aparat. Dia yang memberitahu cara pembuatan molotov di rumahnya. Dia juga yang mengumpulkan alat komunikasi peserta aksi supaya tak dideteksi. Dialah perencana aksi demo dalam May Day lalu," ujar Hendra.

Tersangka kedelapan ialah I alias Pablo. Dia sebagai koordinator lapangan anarko Bandung Selatan Ayaan.

Dia juga sebagai admin grup Whatsapp Jumat Bersih yang beranggotakan RN, RR, dan D dengan tujuan mengkoordinasi titik kumpul.

Dia membuat molotov pada 27 April dan 1 Mei dengan total 20 botol, pengibaran bendera anti fasis merah hitam di depan water barrier yang dibakar, membeli logistik berupa sarung tangan proyek enam pcs dan masker sebanyak 40 pcs.

"Tersangka kesembilan, ialah D alias Dilan. Dia berperan sebagai anggota Whatsapp Jumat Bersih dan Klaster Banjaran yang beranggotakan RN, RR, dan D dengan tujuan agar mengkoordinasi titik kumpul, melakukan pendorongan pada water barrier yang akhirnya dibakar massa, koordinator untuk berkumpul di Ruko perumahan Batununggal sebelum beraksi di Cikapayang. Dia juga membeli logistik berupa sarung tangan proyek enam pcs dan masker 40 pcs," katanya.

Baca juga: Senior Viking Karawang Pastikan Remaja Korban Tewas di Batujaya Bukan Bobotoh dan Anggota Suporter

Tersangka ke 10 ialah, HR (pelajar) yang berperan mendorong tenda poslantas ke arah api sehingga mengakibatkan tenda terbakar.

Dia melakukan blokade jalan bersama dengan enam orang lainnya. Pelaku ke 11, adalah RA (pelajar). Dia berperan sebagai anggota Whatsapp Selatan Ayaan dan Jumat Bersih. Dia melakukan pembakaran terhadap tenda poslantas dan barrier.

Selanjutnya, pelaku ke 12 ialah MI (pelajar) yang berperan membawa jerigen berisi minyak tanah, membawa tongkat polisi, membakar water barrier, dan menuangkan minyak tanah ke water barrier.

Terakhir, pelaku S. Dia penjual obat-obatan terlarang. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved