Semangat Kartini ala Dewi Ayu, Pengusaha yang Terpanggil Jadi Guru Honorer di Bandung
Dewi menjalani hari-harinya dengan ritme yang padat, dimulai dari tanggung jawab sebagai ibu dari dua anak, guru honorer, hingga pengusaha
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Tarsisius Sutomonaio
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dewi Ayu Wulansari, Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Karsa Mandiri (PPKM) Kabupaten Bandung, terus menghidupkan semangat emansipasi Raden Ajeng Kartini.
Ia selalu berusaha menyeimbangkan peran sebagai ibu, guru honorer, sekaligus pengusaha.
Dewi menjalani hari-harinya dengan ritme yang padat, dimulai dari tanggung jawab sebagai ibu dari dua anak yang masih duduk di bangku sekolah.
“Kalau pagi itu pasti keriuhan ya, menyiapkan anak-anak dulu. Setelah itu baru lanjut ke aktivitas lain,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Setelah mengurus keluarga, Dewi menjadi guru honorer. Baginya, menjadi guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hati.
“Menjadi guru honorer memang bukan pilihan yang mudah, tapi bagi saya ini adalah panggilan hati. Kebahagiaan itu ketika melihat siswa berkembang, punya kepercayaan diri, dan menemukan arah masa depan mereka,” kata Dewi Ayu Wulansari.
Ia mengakui tantangan menjadi guru di era saat ini semakin kompleks.
Perkembangan teknologi yang pesat menuntut guru untuk terus beradaptasi, sementara karakter siswa yang beragam mengharuskan pendekatan pembelajaran yang lebih kreatif dan fleksibel.
Baca juga: Hari Kartini, Siti Muntamah Tekankan Perempuan Harus Berdaya dan Berkualitas
“Guru sekarang harus terus belajar agar tidak tertinggal. Pendekatan ke siswa juga tidak bisa disamaratakan. Ditambah lagi, keterbatasan fasilitas dan kesejahteraan guru honorer masih jadi realita,” ucap Dewi Ayu Wulansari.
Ia meyakini peran guru sangat strategis untuk membentuk masa depan generasi bangsa. Ia pun berharap perhatian lebih dari pemerintah terhadap kesejahteraan dan kepastian karier guru honorer.
“Guru bukan hanya mengajar, tapi membentuk masa depan. Harapannya ada perhatian yang lebih nyata ke depan,” katanya.
Selesai mengajar di sekolah, Dewi melanjutkan perannya sebagai pelaku usaha kuliner rumahan dengan produk andalannya kimchi. Usaha ini dipilih karena memberikan fleksibilitas waktu, sehingga ia tetap dapat menjalankan tanggung jawab sebagai ibu.
“Kalau kimchi itu fermentasi. Jadi, saat prosesnya berjalan, saya bisa melakukan pekerjaan lain rumah tangga, bahkan bisa istirahat,” ujar Dewi Ayu Wulansari.
Semangat kemandirian yang digaungkan Kartini juga tercermin dari kiprah Dewi dalam memimpin organisasi.
| UPDATE: Advokat Sebut Skandal Ferrari Rp4,2 Miliar Guru Honorer Kuningan Diduga Modus Pencucian Uang |
|
|---|
| Pemkab Bandung Siapkan 3 Proyek Penanganan Banjir, Mulai Dibangun 2026 |
|
|---|
| Setelah Tahan Dirut PT BDS, Kejari Kabupaten Bandung Panggil Ulang Sejumlah Saksi |
|
|---|
| Kenaikan Harga BBM, LPG, dan Plastik Tekan UMKM Kabupaten Bandung |
|
|---|
| Dokumentasikan Kinerja, DPRD Kabupaten Bandung Bersama Tribun Jabar Rilis Buku "Jejak Parlemen" |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Dewi-Ayu-Wulansari-guru-honorer-sekaligus-pengusaha.jpg)